Awas, Agen PMI Ilegal Gentayangan, Ini Alasan Korban Rugi Jutaan tapi Tak Berani Lapor Polisi

oleh
Postingan Hisyam Muhammad di grup Orang Indonesia di Turki Facebook.

BANYUWANGI|DutaIndonesia.com – Hisyam Muhammad asal Banyuwangi, Jawa Timur, melalui akun facebooknya memosting peristiwa yang dialaminya sebagai korban penipuan penempatan tenaga kerja atau pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri di grup Orang Indonesia di Turki Facebook.

Seperti dilihat Jumat 29 Oktober 2021, Hisyam mengingatkan anggota grup agar berhati-hati bila mendapat tawaran kerja dari orang yang bernama Ghozali dan istrinya. Dia juga memosting foto dua orang yang disebutnya agen ilegal dengan banyak korban. Ghozali dan istrinya dia sebut kabur ke Turki untuk menghilangkan jejak.

Saat dihubungi, Hisyam mengaku mendapat tawaran kerja di luar negeri pada Juli 2020. Bukan ke Turki tapi ke Inggris. “Saya proses ke negara tujuan UK melalui agent ilegal atas nama Ghozali, terus tanggal 13 September saya berangkat ke Bali dengan Ghozali untuk biometric dengan teman 6 orang. Lalu tanggal 2 Februari 2021 ada kabar dari Ghozali kalau visa saya ketolak, sehingga dia berencana mau mindahin saya ke HK (Hongkong). Tapi saya menolak dan tetap keukeuh sama perjanjian utama yaitu berangkat ke UK (Inggris),” kata Hisyam Jumat siang.

Dikatakan, selanjutnya pada 10 September 2021 dia bertemu Ghozali lagi di Depok. Tepatnya di Perumahan Gading Residence Depok. Namun dia sudah bersiap mau kabur ke Turki dengan dalih mau mengantar orang yang juga cari kerja di negeri Erdogan tersebut.

“Tanpa pikir panjang saya langsung cabut berkas, karena sudah paham pasti dia akan kabur, dan saya minta kesepakatan dana dikembalikan Rp 45 juta dari total biaya Rp 61,5 juta. Sampai tanggal 13 Oktober 2021 kemarin, ternyata si Ghozali tidak ada kabar. Oleh karena itu saya membuat postingan di FB tersebut. Si Ghozali juga pernah masuk penjara di Cirebon dengan kasus sama, menipu orang. Bahkan yang aneh, 2 minggu sudah keluar penjara. Dia juga punya history penggelapan dana haji dan umrah, temen yang bareng saya rata-rata kena banyak. Saya sendiri Rp 61,5 juta, orang Blitar Rp 13 juta, orang Kendal 2 orang Rp 40 juta/orang, orang Klaten Rp 23 juta, orang Jember 55 juta, orang Lombok 50 juta, dan semalam juga ada yg ngasih kabar, orang Tulungagung kena Rp 67 juta, orang Kebumen kena Rp 25 juta, ada lagi 6 orang kurang jelas orang mana, tapi bulan Juli kemarin dia diberangkatkan ke Yunani, gak tahu sekarang nasibnya gimana? Jumlah dana juga bervariasi, ada yang Rp 52 juta, Rp 30 jutaan,” katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.