Pandam V Brawijaya Kunjungi MUI Jawa Timur, Ini Pesan-pesan Ulama

oleh

Pesan-pesan Ulama

Prof KH Ali Maschan Moesa, dan KH Sudjak berkesempatan memberikan pesan-pesan pada kesempatan itu. Disinggung masalah indeks kebahagiaan masyarakat Indonesia. Kebetulan, dalam riset tahun 2021, Indeks kebahagiaan di Jawa Timur menduduki angka 19 yang menunjukkan nilai perkembangan lebih baik. Indeks tersebut, nomor satu di provinsi-provinsi di Jawa.

“InsyaAllah kebahagiaan itu tercermin dalam kehidupan keberagamaan. Alhamdulillah, MUI Jatim makin sejuk. Ada Nur, cahaya, karena figur-figur ulama pesantren lebih banyak hadir di tengah-tengah masyarakat merasa di Jawa Timur,” tutur Prof KH Ali Maschan Moesa. 

Prof Ali Maschan Moesa, yang kini Rektor Universitas Islam Kadiri (Uniska), ini mengingatkan kondusivitas masyarakat menjadi penting. 

“Ada rasa aman dulu baru nyaman beribadah. Semua ini, membutuhkan jiwa kepemimpinan yang mengayomi di tengah masyarakat. Dengan ulama dan pemimpin umat yang mengayomi, masyarakat dan khususnya umat Islam akan lebih nyaman dalam beribadah. Tidak mudah terbakar emosi karena ulah tokoh yang kerap berucap dengan kata-kata kasar di media sosial,” tuturnya.

Sementara itu, KH Sudjak menegaskan empat unsur yang menjadikan rasa aman di masyarakat. Adanya kerja sama antara ulama dan umara, serta berfungsinya aparat di bidang ketahanan (TNI) dan ketertiban masyarakat (Polri).

“Dengan terjalinnya empat unsur, baik kerja sama dan koordinasi untuk tetap menjaga keutuhan kehidupan masyarakat dan negara, niscaya Indonesia akan terjamin kesejahteraannya,” tutur Kiai Sudjak, yang juga Direktur Utama Pengelola Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

Hasan Ubaidillah pada kesempatan itu pun menambahkan, pihaknya meraih data valid tentang keterlibatan kelompok-kelompok radikal yang telah menguasai sejumlah masjid. Di masjid-masjid itu digunakan sebagai basis menyebarkan sifat-sifat ekstremisme di masyarakat dan menjadikan agama tidak ramah dan cenderung radikal.

Padahal, menurut dosen UIN Sunan Ampel ini, Islam mengajarkan nilai-nilai rahmah dan kedamaian. Islam yang Rahmatan lil ‘alamin, justru lebih mengedepankan harmoni dan toleransi di tengah masyarakat kita yang plural ini.

“Ini memang menjadi tugas kita bersama. Ormas-ormas Islam yang mengusung sikap moderat harus kerja sama dengan TNI dan Polri,”tuturnya.

Menanggapi hal itu, Mayjen TNI Nurchahyanto berjanjir untuk melakukan koordinasi secara intens dengan MUI dan ormas-ormas Islam moderat seperti NU dan Muhammadiyah.

“Saya kira, kita tidak berhenti dengan pertemuan ini. Kami berharap terus-menerus ada koordinasi dengan bentuk kegiatan. Sinergi Program. Alhamdulillah, petugas-petugas kami hingga tingkat terbawah, seperti Babinsa bisa berkoordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama di tingkat desa, misalnya,” tutur Arek Malang kelahiran lahir 25 Desember 1964. (gas)

No More Posts Available.

No more pages to load.