MANIPUR| DutaIndonesia.com – Dendam kesumat membuat manusia berubah menjadi iblis yang kejam. Tak ada lagi unsur kemanusiaan. Yang lebih mengerikan dendam itu kadang tidak hanya merasuki satu oran, tapi juga merasuki banyak orang. Dendam kesumat, kebenciaan, tidak layak untuk dipelihara sebab akan membuat kerusakan dan amarah dari Tuhan.
Salah satu dendam kesumat yang mengerikan itu terjadi di Manipur, India. Akibat dendam yang tidak masuk akal itu dua wanita menjadi korban. Dua orang itu diarak bugil dan diperkosa secara massal. Sungguh mengerikan.
Dan lihatlah akibatnya. Publik pun marah. Rumah para pria yang memperkosa dan mengarak bugil wanita India tersebut akhirnya dibakar. Api dendam akhirnya dibalas dengan api yang berkobar. Sesal pun tak ada gunanya bila terus mendendam. Ini pelajaran dari India untuk Indonesia yang masih sering terjadi dendam berkonflik berbau SARA. Ingat saja, api dendam dan konflik berkepanjangan akan membawa petaka.
Konflik di Manipur ini berbau SARA. Maka, Pelajaran dari Tragedi Manipur India: Jangan Dendam, Stop Konflik SARA!
Seperti dilansir detik.com dari AFP dan The Guardian, Jumat (21/7/2023), konflik antaretnis itu terjadi antara etnis Meitei dengan etnis Kuki. Etnis Meitei yang sebagian besar beragama Hindu dan tinggal di dalam dan sekitar wilayah Imphal dengan etnis Kuki yang sebagian besar beragama Kristen dan tinggal di area perbukitan setempat.
Etnis Kuki memprotes tuntutan etnis Meitei yang meminta kuota untuk pekerjaan publik dan penerimaan perguruan tinggi sebagai bentuk tindakan afirmatif. Hal ini juga membangkitkan kembali kekhawatiran lama di kalangan etnis Kuki bahwa Meitei akan bisa diizinkan mendapatkan tanah di daerah yang saat ini disediakan untuk mereka dan etnis minoritas lainnya.
Viral Wanita Diarak Bugil
Laporan menyebut bahwa dua wanita dalam video viral itu merupakan anggota etnis minoritas Kuki. Keduanya disebut dipaksa melucuti pakaian mereka oleh massa yang sebagian besar anggota etnis mayoritas Meitei di Manipur.
“Jika kalian tidak mencopot pakaian kalian, kami akan membunuh kalian,” demikian teriakan kerumunan orang dalam video viral itu.
Kedua wanita itu disebut diraba-raba di depan umum dan diseret ke sebuah lapangan. Keduanya diduga diperkosa beramai-ramai di lapangan itu.
Tindak kejahatan itu telah dilaporkan ke polisi sejak Mei lalu. Namun, penangkapan tersangka baru dilakukan pada Kamis (20/7/2023) waktu setempat. Ada empat tersangka yang ditangkap, tepat sehari usai video itu viral di media sosial.
Media lokal The Wire menyebut polisi sebenarnya hadir di lokasi saat insiden itu terjadi. Namun, polisi disebut tidak membantu kedua wanita yang menjadi korban. Salah satu korban bahkan menuduh polisi menyerahkan dirinya dan satu wanita lainnya ke tangan massa.
Peristiwa dua wanita diarak bugil di jalanan Manipur itu juga diwarnai insiden mengerikan lainnya. Adik laki-laki dari wanita-wanita itu diduga tewas dibunuh saat berusaha menyelamatkan kakaknya. Mereka tentu bukan manusia, tapi iblis yang merasuki manusia. Padahal, manusia jelas lebih mulia dari iblis laknatullah. Nah Pelajaran dari Tragedi Manipur India ini adalah Jangan Dendam, Stop Konflik SARA!
(det/wis)














