SURABAYA| DutaIndonesia.com – Tak kurang dari 15 orang pengawas datang ke Madrasah Aliyah Amanatul Ummah, Rabu pagi (5/11/2025). Mereka disambut langsung oleh Prof Dr KH Asep Syaifuddin Chalim MA (Kiai Asep), pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, di kediamannya, di Siwalan Kerto, Wonocolo, Surabaya.
Kedatangan para pengawas tersebut, terkait erat dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang untuk pertama kalinya dilaksanakan tahun ini. Hal itu lantaran sistem Ujian Nasional (UN) sudah ditiadakan dan kini diganti TKA.
TKA ini berfokus pada pengukuran capaian akademik pada mata pelajaran tertentu dan hasilnya dapat diintegrasikan dengan sistem penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri.
Pada kesempatan tersebut, Kiai Asep menjelaskan bahwa untuk kurikulum Madrasah Aliyah Istimewa di Amanatul Ummah, tersedia dua jalur. Jalur kurikulum layanan SKS 2 tahun dan jalur kurikulum layanan SKS 3 tahun.
Ditegaskan Kiai Asep, bahwa hingga sekarang, Amanatul Ummah masih menduduki sebagai Madrasah Aliyah dengan kualitas terbaik se-Jawa Timur.
Sebagai gambaran, di Mojokerto tak kurang dari 20 Madrasah Aliyah. Namun dari 20 madrasah tersebut, jumlah siswa yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri, kalah dengan jumlah lulusan siswa Madrasah Amanatul Ummah yang diterima di PTN.
Seperti diketahui, tahun ini 1.258 santri Amanatul Ummah, baik dari MA maupun SMA, berhasil lolos di PTN-LN. Bahkan, dari jumlah tersebut, tercatat 65 santri di terima di fakultas kedokteran.
“Bila diperlukan, kami siap melakukan transformasi system untuk diserap oleh para pengawas, selain untuk menambah khasanah pengetahuan juga bisa diterapkan di madrasah Aliyah lainnya,” pungkas Kiai Asep yang disambut baik oleh para pengawas. (Moch. Nuruddin)









