Menurutnya, pemerintah harus membuka diri atas kritik dan masukan selama PPKM Darurat ini. Habiburokhman menyebut pemerintah perlu melakukan pembenahan di beberapa sektor terkait penanganan COVID-19.
“Selain maksimalisasi pelayanan medis seperti ketersediaan obat dan oksigen, pemerintah harus memperbanyak volume bansos dan memperluas sasarannya sehingga rakyat tidak resah jika harus tinggal di rumah,” terang Habiburokhman.
“Selain itu, harus ada arahan yang jelas kepada aparat di lapangan untuk tidak bersikap keras dan kasar kepada rakyat,” jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan meminta maaf kepada rakyat Indonesia. Sebab, pelaksanaan PPKM Darurat yang telah berjalan dua pekan dinilai belum berjalan optimal.
“Sebagai Koordinator PPKM Jawa dan Bali, dari lubuk hati yang paling dalam, saya ingin meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia jika dalam penanganan PPKM Jawa dan Bali ini masih belum optimal,” kata Luhut Pandjaitan dalam konferensi pers yang disiarkan langsung lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (17/7/2021).
As doctors in Indonesia are forced to turn away the sick, more people are dying in their homes. Most were never given the chance to be treated in hospital. Many deaths go unreported. Gravediggers at COVID-19 burial sites work well into the night to keep up with demand. @AJEnglish pic.twitter.com/xSxmPkJ6JK
— Jessica Washington (@JesWashington) July 18, 2021
Luhut menyampaikan hal tersebut di pengujung uraiannya mengenai pengendalian penularan virus Corona dalam PPKM Darurat selama ini. Selanjutnya, setelah minta maaf, Luhut menjelaskan pemerintah bakal terus melanjutkan kerjanya untuk menanggulangi COVID-19, khususnya penularan virus Corona varian Delta.
“Saya bersama jajaran dan menteri/kepala lembaga terkait akan terus bekerja keras untuk memastikan bahwa penyebaran varian Delta ini bisa diturunkan,” kata Luhut. (det/hud)










