Putin Nyaris Dikudeta Kokinya, KBRI Pastikan WNI Aman

oleh
Yevgeny Prigozhin
Yevgeny Prigozhin (Foto: Reuters)

MOSKOW| DutaIndonesia.com – Situasi di Rusia masih memanas meski pasukan tentara bayaran Wagner Group akhirnya meninggalkan wilayah itu usai mencoba memberontak. Hal itu mereka lakukan setelah mencapai kesepakatan dengan Moskow hingga membuat tentara bayaran pimpinan Yevgeny Prigozhin itu mengurungkan niatnya untuk melakukan kudeta.

Dikutip dari CNN, Senin (26/6/2023), Prigozhin setuju meninggalkan Rusia ke Belarus. Kesepakatan mengakhiri pemberontakan bersenjata, yang menandai ancaman paling serius bagi Presiden Rusia Vladimir Putin itu, ditengarai ditengahi oleh Presiden Belarusia Alexander Lukashenko.

Sempat terjadi kebakaran besar di depot minyak di Kota Voronezh saat pemberontakan terjadi. Namun kini pasukan Wagner sudah ditarik mundur. “Pergerakan unit Wagner melalui wilayah Voronezh telah berakhir,” kata Gubernur Voronezh Alexander Gusev.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow menyatakan semua WNI di Rusia aman. Namun KBRI sempat mengeluarkan imbauan agar WNI di Rusia tetap tenang menghadapi situasi keamanan di negara yang dipimpin Vladimir Putin itu.

“Ikuti arahan Gubernur/Pemerintah setempat dan sumber berita resmi untuk kewaspadaan keamanan diri,” kata Koordinator fungsi protokol dan konsuler, Moh Fattah H Hardiwinangun, melalui surat pengumumannya kemarin.

Fattah juga mengimbau WNI di wilayah Rostov-on-Don yang sempat diklaim bos pasukan tentara bayaran Wagner Yevgeny Prigozhin telah dikendalikan untuk tidak keluar rumah kecuali keadaan mendesak.

“Secara khusus untuk WNI di wilayah Rostov dan Voronezh agar mematuhi arahan pemerintah setempat untuk tidak keluar rumah/asrama/tempat tinggal apabila tidak ada keadaan mendesak,” ujarnya.

Rencana kudeta yang dilakukan Prigozhin ini memukul Putin sebab pria itu temannya sendiri. Pada 1981, pengadilan kriminal Leningrad menjatuhkan hukuman penjara atas kasus perampokan dan penipuan yang dilakukan Prigozhin. Dia dijatuhi hukuman 13 tahun namun dibebaskan saat masa tahanannya baru mencapai sembilan tahun, ketika runtuhnya Uni Soviet.

Setelah dibebaskan dari hukuman penjara, Prigozhin merintis bisnis makanan dengan membuka kios hotdog. Ia lalu membuka kios serba ada, sebelum memulai jaringan restoran mewah dengan beberapa mitra di St Petersburg, di mana ia berteman dengan Wakil Walikota saat itu dan Vladimir Putin yang kemudian memimpin Rusia.

Prigozhin mendirikan salah satu perusahaan besarnya, Concord Catering, pada 1996. Dia menggunakan hubungannya dengan Putin untuk mendapatkan kontrak pelayanan makanan pemerintah yang menguntungkan dan menyajikan makanan di Kremlin, sehingga mendapat julukan ‘Koki Putin’, meskipun dirinya bukanlah seorang koki. Hal ini karena ia menjadi orang kepercayaan Presiden Rusia Vladimir Putin, termasuk dalam urusan negara. (det/wis)

No More Posts Available.

No more pages to load.