MOJOKERTO|DutaIndonesia.com – Ratusan kader Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Mojokerto menggelar rapat koordinasi pemenangan pemilu 2024 di auditorium Kampus Institut KH Abdul Chalim, Pacet, Mojokerto, Jumat (14/10/2022). Rapat koordinasi ini selain dihadiri oleh Ketua DPD II PAN Kab. Mojokerto M. Santoso dan para bakal caleg PAN, juga disertai siraman rohani sekaligus motivasi dari Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MAg. Sebelum acara dimulai, Kiai Asep memimpin istighotsah dan doa bersama.
Dalam kesempatan itu, Kiai Asep meminta semua yang hadir ikut berjuang mewujudkan cita-cita Indonesia maju rakyatnya hidup sejahtera adil dan makmur. PAN juga sudah jelas hendak mewujudkan cita-cita yang sama Indonesia maju adil dan makmur.
“Untuk itu kita semua harus menjadikan Mojokerto sebagai contoh, sebagai miniatur, dari Indonesia yang adil dan makmur itu. Kita semua harus berkontribusi kepada Indonesia yang adil dan makmur sejahtera. Yang dimulai dari Mojokerto,” kata Kiai Asep disambut tepuk tangan para kader PAN.
Kiai Asep mengatakan, saat ini sekitar
150 juta orang masih miskin. Tugas kita menghapus kemiskinan itu mulai 2024 sampai 2029.
“Harus bersih, tak boleh ada orang miskin. Selanjutnya harus terus dirilis, disiarkan terus oleh media yang bernurani. Bukan media yang berteman dengan kebobrokan, sebab keberadaannya lebih hina dari kasta sudra. Panjenengan semua orang mulia, sebab sudah memberikan kontribusi maksimal, jiwa raga, berjuang di jalan Allah dengan harta bendamu dan jiwa raga. Caranya menjadi kordes, koordinator RT, mengajak warga, menjadi pemilih bagi pemimpin yang kita upayakan bersama,” kata Kiai Asep disambut yel yel “Gus Barra Bupati…Gus Barra Bupati…!”
Sementara Ketua PAN Kab. Mojokerto Santoso pun menekankan agar semua tim sukses yang hadir solid. Siap bekerja keras. Dengan berpegangan dengan data akurat hasil penggalangan calon pemilih.
“Harus jelas agar nanti di 2024 jadi suara. Tujuannya agar PAN bisa mengusung Gus Barra jadi cabup dan memenangkannya menjadi Bupati Mojokerto,” katanya.
Santoso menegaskan setiap mengadakan kegiatan PAN selalu menghadirkan Gus Barra. Tidak yang lain. Sebab pihaknya ingin fokus Gus Barra menang.
“Siji ae. Diramut. Dimenangkan. Nanti
Mojokerto pasti maju adil makmur. Jangan pilih pemimpin sing golek golek proyek. Pilih Gus Barra, orangnya pinter, kalem, amanah,” ujarnya.
Santoso juga menegaskan kader PAN juga bukan hanya dari kalangan Muhammadiyah saja tapi ada yang dari NU. “Buktinya kemarin, ada tahlilan. PAN sekarang manut Kiai Asep, Kiai asep ngalor kita ngalor, kiai asep ngidul kita ngidul. Ada kader yang direkom Kiai Asep jadi caleg, sempat ada yang ragu, tapi saya yakinkan bahwa Kiai Asep tidak akan salah merekom orang jadi caleg PAN,” katanya. Dia lalu mengajak meneriakkan yel yel lagi “PAN Menang Gus Barra Bupati…”
Lalu apa memang Gus Barra ingin jadi bupati untuk dirinya pribadi? Tidak. Gus Barra jadi bupati karena ingin membenahi banyak masalah di Mojokerto.
“Gus Barra jadi bupati untuk membenahi kondisi yang salah. Bukan sekadar jadi bupati, memang enak jadi bupati, gajinya gak seberapa? Tapi Kalo Gus Barra jadi bupati, Mojokerto harus punya sekolah termaju di indonesia. Masyarakatnya adil makmur sejahtera, semua punya pekerjaan, punya penghasilan, dan tidak punya hutang,” kata Kiai Asep. (gas/din)













