Saudi Kerahkan Pasukan dan Teknologi, Jamaah Haji Pun Bebas Covid-19

oleh
Polisi wanita Arab Saudi menjaga jamaah yang melakukan Thawaf. (Foto: AFP)

Namun, masih ada jamaah yang melanggar. Jumlahnya 356 pelanggar selama musim haji. Sebagian besar berusaha mencapai tempat-tempat suci tertentu di Muzdalifah, Gunung Arafat, dan Masjidil Haram. Seperti biasa, masih ada jamaah yang bernapsu untuk melakukan sesuatu di tempat yang dianggap mustajabah untuk berdoa atau memiliki arti khusus bagi kepercayaan mereka. Padahal hal itu dilarang.

“Saya ingin menekankan pentingnya melakukan langkah-langkah keamanan haji dan menghindari pelanggaran,” kata Al-Shalhoub.

Untuk memastikan keamanan selama musim haji dan mencegah penyebaran virus corona (COVID-19), otoritas Saudi juga memanfaatkan teknologi untuk membantu jamaah menjalankan ibadah haji dengan tenang dan nyaman.
Ketika jamaah Saudi tiba, mereka memiliki akses langsung ke kartu pintar, gelang pintar, dan layanan robot pintar. Semuanya dimaksudkan untuk membuat jamaah haji mendapat pengalaman yang lebih nyaman.

Fitur dari kartu pintar yang diperkenalkan oleh Kementerian Haji dan Umrah ini mencakup komunikasi jarak dekat (NFC) dan barcode yang akan menyimpan informasi pribadi, medis, dan tempat tinggal. Mereka juga memandu peziarah ke tempat tinggal mereka di tempat-tempat suci.

Menurut Hamad Al-Eshiwan, direktur pusat media di Kementerian Haji dan Umrah, kartu pintar itu diproduksi secara lokal dan diberikan kepada para jamaah tahun ini dan akan tersedia untuk para jamaah umrah di masa depan. “Kami juga akan menyediakan teknologi ini kepada perusahaan haji internasional lainnya untuk klien haji dan umrah di masa depan,” katanya.

Sementara itu, Arab Saudi mengkonfirmasi 14 kematian baru terkait COVID-19 pada hari Selasa, sehingga jumlah total kematian menjadi 8.075 orang. Kementerian Kesehatan mengkonfirmasi 1.273 kasus baru yang dilaporkan di Kerajaan dalam 24 jam sebelumnya, yang berarti 512.142 orang kini telah tertular penyakit tersebut.

Diumumkan juga pada hari Selasa bahwa di bawah implementasi arahan Raja Salman, Direktorat Jenderal Paspor memperpanjang validitas tempat tinggal untuk ekspatriat di luar Kerajaan, visa kunjungan, visa keluar, dan visa kembali. Semuanya akan diperpanjang secara otomatis, tanpa biaya atau kompensasi finansial, hingga 31 Agustus 2021. (ktn/hud)

No More Posts Available.

No more pages to load.