KUALA LUMPUR|DutaIndonesia.com – Sebagai bagian dari program kerja tahunan, Sanggar Bimbingan Sungai Mulia (SBSM) 5 Gombak, ikut serta menghadiri program sosial Dharma Wanita Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (18/1/2023) kemarin.
“Kunjungan kali ini merupakan undangan resmi dari Dharwa Wanita KL (Kuala Lumpur) yang memang setiap bulan mengundang para siswa dari satu sanggar bimbingan untuk hadir di sini (Wisma Duta KBRI Kuala Lumpur),” tandas Dra Mimin Mintarsih, asal Cirebon, yang merupakan pengelola sanggar bimbingan tersebut.

Rombongan SBSM 5 diterima langsung di Wisma Duta oleh Kiki Hermono, Ketua Dharma Wanita KL, yang merupakan istri Dubes KBRI di Malaysia, Hermono.
“Anak-anak harus semangat belajar dan happy. Kita semua menyayangi kalian semua (siswa SBSM 5),” pesan Kiki dalam sambutannya.
Program sosial yang berlangsung di Wisma Duta tersebut juga diramaikan dengan beberapa penampilan.
Para siswa SIKL menampilkan paduan suara lagu kebangsaan Indonesia Raya dan sebuah lagu lain berbahasa Inggris. Sementara itu, anak didik SBSM 5 mempersembahkan Tari Saman dan lagu daerah Sipatokaan.
Beberapa perlombaan antar siswa juga diadakan. Di antaranya adalah memasukkan bola ke dalam ember, meniup balon dalam gelas, meletakkan balon di perut, estafet hulahup, dan membuang balon dalam kardus.
Dalam program sosial tersebut, SBSM 5 juga menyempatkan berkunjung ke kantor KBRI Kuala Lumpur.
Dalam sambutannya, Mimin mengungkapkan rasa terima kasih kepada pihak KBRI yang selama ini telah banyak ikut membantu dan memastikan perjalanan SBSM 5 selama 3 tahun berjalan.
Prof. Dr. Firdaus, selaku Atdikbud KBRI, dalam sambutan balasannya menerangkan betapa penting keberadaan sekolah-sekolah non-formal seperti SBSM 5 dalam menunjang keberhasilan program pendidikan nasional.
Firdaus juga memotivasi para anak didik yang ikut serta dalam kesempatan kunjugan tersebut. Ia mengharapkan mereka agar mempunyai semangat belajar dan cita-cita yang tinggi.

Selain KBRI, SBSM 5 juga mengunjungi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).
Dalam sambutannya, Friny Napasti yang merupakan Kepala SIKL menyatakan bahwa, “di samping belajar, anak-anak juga harus tetap bermain. Bergaul bersama kawan dan tetap merasa gembira.”
Selain pengelola dan staf pengajar, rangkaian kunjungan tersebut diikuti oleh total 51 orang pelajar. Di akhir acara, setiap anak mendapat hadiah berupa tas, uang, dan makanan. (Aziz/Mimin)














