PCI Muslimat NU Malaysia Silaturahmi dengan Dubes RI untuk Malaysia yang Baru

oleh

 

KUALA LUMPUR|DutaIndonesia.com – Dalam rangka menyambut kedatangan Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia yang baru, Raden Dato’ Mohammad Iman Hascarya Kusumo, PCI Muslimat NU Malaysia mengadakan silaturahmi ke KBRI untuk Malaysia di Kuala Lumpur pada Selasa (24/2/2026) kemarin.

Silaturahmi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PCI Muslimat NU Malaysia, Dra. Mimin Mintarsih, yang didampingi oleh beberapa anggota pengurus, yaitu Herawati, Junaidah, dan Ayu Pranata, yang masing-masing bertindak sebagai Wakil Ketua, Sekretaris, dan Bendahara.

Dalam sambutannya, Mimin menyatakan bahwa salah satu tujuan silaturahmi ini adalah untuk memperkenalkan kepengurusan PCI Muslimat NU Malaysia kepada Dubes Iman.

“Ya, sesuai dengan bunyi pepatah tak kenal maka tak sayang. Selain perkenalan, kita di sini mengharapkan adanya kerja sama yang lebih baik antara PCI Muslimat NU Malaysia dan KBRI Kuala Lumpur,” tandasnya.

Secara khusus, Mimin mendorong agar Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah Atas (ADEM) yang disediakan oleh KBRI Kuala Lumpur dapat diteruskan dan jika mungkin bahkan ditambah kuotanya. Beasiswa ini merupakan satu skema pembiayaan program pendidikan yang diperuntukkan bagi anak-anak Indonesia di Malaysia, terutama mereka para anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Merespons hal tersebut, Dubes Iman menyambut baik. Ia mengakui dan menyampaikan apresiasi atas peran PCI Muslimat NU Malaysia yang selama ini turut aktif membantu berbagai program KBRI. Di antara program yang dimaksud adalah terutama yang berkaitan dengan pembinaan sosial keagamaan para muslimat WNI di Malaysia.

Tidak terkecuali di dalamnya program Sanggar Belajar (SB) yang masih berkaitan dengan apa yang disinggung oleh Mimin sebelumnya. Program ini merupakan sarana pendidikan bagian anak-anak PMI di Malaysia yang tidak mempunyai dokumen resmi.

Di akhir sambutannya, Dubes Iman juga mengharapkan agar PCI Muslimat NU Malaysia senantiasa menjadi mitra strategis dan perpanjangan tangan KBRI dalam memberikan penyuluhan kepada WNI agar senantiasa mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku di Malaysia.

Secara umum, melalui siaran resmi di media sosial resmi KBRI Kuala Lumpur, pertemuan ini dianggap bukan hanya sekedar silaturahmi perkenalan. Namun juga “ruang bertukar pandangan mengenai berbagai isu, antara lain peran organisasi kemasyarakatan, penguatan sektor pendidikan, serta peningkatan people-to-people contact antara Indonesia dan Malaysia.” (Mimin/Aziz)

No More Posts Available.

No more pages to load.