SURABAYA | DutaIndonesia.com – Takutlah kalian pada do’a orang yang terdzalimi atau orang yang teraniaya. Karena do’anya tidak ada penghalang apa pun dengan Allah. Sehingga pasti didengar, pasti diterima, dan akan dikabulkan Allah.
Peringatan ini dikatakan oleh Prof DR KH Asep Syaifuddin Chalim MA, Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah saat memberikan pengajian kitab kuning pada para santrinya, Senin subuh (20/4/2026) di Pondok Siwalankerto, Wonocolo, Surabaya.
Dijelaskan Kiai Asep, bila ada orang yang dirundung, dianiaya, didzalimi, maka jangan kalian ikut menjadi bagian orang-orang yang berbuat kejam tersebut. Karena bila orang yang teraniaya, yang posisinya lemah, mengadu pada Allah, meminta keadilan pada Allah, bahkan lebih dari itu, berdoa kepada Allah untuk membalas kedzaliman yang dideritanya, naka doanya insyaallah makbul. Dikabulkan oleh Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Takutlah kamu pada doa orang yang terdzalimi, karena tidak ada penghalang antara doanya dan Allah” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ini artinya, doa mereka langsung menembus langit dan didengar Allah tanpa pembatas, tidak peduli apakah orang yang didzalimi tersebut taat, fasik, atau bahkan kafir sekalipun.
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa doa orang yang teraniaya tidak akan terhalang dan pasti akan dikabulkan, meskipun butuh waktu. Bahkan dalam sebuah hadits qudsi disebutkan, “Demi kemuliaan-Ku, Aku akan tolong orang yang teraniaya itu dalam waktu dekat”.
Mendzalimi, menyakiti, atau merampas hak orang lain adalah dosa besar. Doa orang terdzalimi ibarat api yang langsung meluncur dan tersambung ke langit. Kedzaliman juga merupakan kegelapan di hari kiamat.
Kenapa Allah memberikan hak Istimewa pada doa orang yang terdzalimi, Dijelaskan oleh Kiai Asep, karena Allah pasti akan menegakkan keadilan. Dalam hal ini, keadilan bagi orang yang lemah.
Ini artinya kedzaliman dapat membawa malapetaka dan azab bagi pelakunya, baik di dunia maupun di akherat.
SIKAP SAAT TERZALIMI
Meski dibolehkan mendoakan keburukan bagi yang mendzalimi, para ulama menyarankan agar menyerahkan keadilan kepada Allah dan mendoakan agar pelaku mendapat hidayah.
Oleh karena itu, hadits ini adalah peringatan keras bagi kita untuk selalu menjaga diri dari perbuatan dzalim kepada sesama makhluk, baik dalam bentuk perkataan, perbuatan, maupun pengambilan hak.
Kemudian Kiai Asep mengajarkan sebuah do’a, “Allahumma inni a’udzu bika min azhlima aw uzhlam”. Yang artinya, Ya Allah, aku berlindung kepada-MU dari berbuat dzalim atau didzalimi. (Moch. Nuruddin)














