SURABAYA|DutaIndonesia.com – Tagar #valentineharimaksiat menggema di twitter. Tagar #valentineharimaksiat trending topic di twitter bersama tagar lain seperti #indiaracism.
Hingga Senin 14 Februari 2022 pukul 06.44 sudah 9.884 tweets. Ribuan orang membicarakan hukum Valentine’s Day dalam Islam. Pada umumnya mereka yang membahas hari Valentine mengingatkan bahwa umat Islam tidak merayakan Valentine karena cenderung dilakukan dengan cara-cara maksiat. Cara-cara setan.
Selain itu, tidak ada sama sekali dalam Islam apa yang disebut sebagai hari kasih sayang itu, mengingat mengasihi dan mencintai seseorang dilakukan setiap hari. Bukan pada hari-hari tertentu seperti tanggal 14 Februari saja, yang kemudian dilebeli sebagai Valentine’s Day.
Aksi menolak merayakan hari Valentine dilakukan dengan menyebar twit disertai meme yang menjelaskan sikap mereka. Juga disertai argumentasi mengapa mereka menolak merayakan hari Valentine. Khususnya bagi umat Islam. Seperti dilakukan akun CLina@CLina008 dan Meeydie@Meydie73, yang memposting gambar seorang muslimah menolak merayakan Valentine. “Valentine’s Day? Not for Me, Because I Am A Muslim.” Ya, karena kami muslim kami tidak merayakan Valentine’s Day.
Seperti diketahui hari kasih sayang itu disalahartikan sebagai hari bercinta, ditandai dengan sikap hura-hura pasangan laki-laki perempuan, kebanyakan belum terikat pernikahan, melakukan “ritual” Valentine, termasuk bercinta. Sesuatu yang haram hukumnya dalam agama Islam.
Bahkan Ustaz Abdul Somad alias UAS membahas mengenai perayaan Hari Valentine yang diperingati setiap 14 Februari tersebut.
Dalam video yang diunggah di kanal Youtube Dakwah Singkat Padat, UAS dalam ceramahnya menyinggung soal perayaan Hari Valentine dalam video berjudul ‘Hukum Merayakan Hari Valentine dan Sejarahnya’ yang tayang empat tahun lalu.
Dalam video tersebut, UAS menjelaskan mengenai hukum perayaan Hari Valentine kepada jamaahnya.
UAS menjelaskan soal asal kata Valentine yang berasal dari nama Santo Valentino yang artinya orang suci.
“Santo Valentino, Santo artinya suci. Kalau saya di agama Kristen digelar Sant Somanus, manusia suci,” katanya.
UAS mengatakan, Santo Valentino adalah sosok yang membebaskan tentara yang sedang bercinta hingga akhirnya dia dibunuh. (*)











