Tragedi Kerusuhan Suporter di Stadion Kanjuruhan Malang 127 Tewas, Begini Sikap  PWNU Jatim

oleh
KH Abdussalam Shohib dan KH Assault Haq
KH Abdussalam Shohib dan KH Assault Haq, keduanya Wakil Ketua PWNU Jawa Timur.(Dok.PWNU Jatim)

SURABAYA|DutaIndonesia.com – Keluarga besar NU Jawa Timur sangat berduka atas tragedi terbesar dalam sejarah olah raga di Indonesia. Sebanyak 127 orang tewas dalam tragedi kerusuhan pasca laga Arema Malang vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu kemarin. Sebanyak 125 korban tewas adalah superter Arema sedang dua korban lain adalah petugas kepolisian.

Dari jumlah korbannya, tragedi Kanjuruhan adalah salah satu bencana sepak bola paling mengerikan dalam sejarah sepakbola di dunia.

“Insiden ini benar-benar mengundang keprihatinan kita bersama,” kata KH Abdussalam Shohib, Wakil Ketua PWNU Jawa Timur dalam keterangan persnya Minggu, 2 Oktober 2022.

Kiai Salam, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang, menegaskan,  NU Jatim mengajak semua warga untuk mengirimkan doa dan shalat ghaib. 

“Nahdlatul Ulama juga mendesak agar dilakukan investigasi secara menyeluruh tentang penyebab tragedi ini,” tutur Kiai Salam, yang sejak remaja menyukai sepakbola ini. 

Senada dengan diatas, Prof Akh. Muzakki menyampaikan bahwa PWNU Jatim bersama PCNU Kota dan Kabupaten Malang juga segera membikin posko crisis center dan trauma center di Kota Malang yang akan dikoordinasikan dengan PCNU se-Malang raya. Posko ini selain untuk menampung informasi warga NU Malang Raya yang kemungkinan menjadi korban, juga untuk masyarakat umum.

“Kejadian ini harus menjadi pelajaran. Pemerintah patut melakukan evaluasi menyeluruh atas penyelenggaraan kompetisi sepak bola seraya mendorong agar persepakbolaan nasional semakin maju dengan tanpa ada kejadian memilukan seperti kasus di Kanjuruhan Malang itu, ” tutur Prof Akh Muzakki, Sekretaris PWNU Jatim menambahkan. (ria)

Keterangan Foto: 

KH Abdussalam Shohib dan KH Assault Haq, keduanya Wakil Ketua PWNU Jawa Timur.

No More Posts Available.

No more pages to load.