MOJOKERTO| DutaIndonesia.com – Roh semangat menuju Kabupaten Mojokerto yang adil dan makmur, gemah ripah loh jinawi, toto tentrem karto raharjo, ternyata bersumber dari Kecamatan Trowulan. Sehingga, warga Kecamatan Trowulan harus mampu menunjukkan semangat kebersamaan, hingga menjadi barometer bagi kecamatan-kecamatan yang lain di Mojokerto.
“Dan selanjutnya Mojokerto nanti, bisa menjadi miniatur percontohan kabupaten seluruh Indonesia,” kata Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA, saat memberikan arahan dan motivasi kepada sekitar 1.400 warga Trowulan yang berbuka puasa dan silaturahim ke Ponpes Amanatul Ummah, di Masjid KH Abdul Chalim, Kampus IKHAC, Pacet, Mojokerto, Selasa (28/3/2023) malam.
Hal ini karena, berdasarkan sejarah, ibukota Majapahit adalah Trowulan. Dan Kerajaan Majapahit, merupakan kerajaan yang mampu menguasai dan mempersatukan tlatah nusantara.
“Ini artinya, putra – wayah (anak cucu) orang Majapahit, otomatis mayoritas yang saat ini tinggal di Kecamatan Trowulan,” kata Kiai Asep. Dan mereka adalah orang-orang andalan.
Hal senada juga dikatakan oleh H. Shobirin, Ketua Bekisar (Barisan Pembela Kiai dan Santri), saat memberikan sambutan pada acara silaturahim tersebut. Diceritakan oleh H. Shobirin, bahwa awal mula pembentukan barisan Bekisar idenya muncul di Trowulan.
“Saat itu saya dengan Gus Barra (Wabup Mojokerto) sedang ngopi di sekitar Troloyo. Tiba-tiba saya ada ide untuk membuat wadah, sebagai barisan pembela kiai dan santri yang disingkat Bekisar. Dan spontan disetujui oleh Gus Barra,” kata Shobirin.
Sementara Mohammad Al Barra, yang akrab dipanggil Gus Barra, pada sambutannya mengatakan bahwa kesetiaan dan perjuangan warga Trowulan sudah tidak usah dikhawatirkan lagi. Karena jiwa para pemangku Kerajaan Majapahir masih bersamayam pada jiwa-raga mereka.
“Semoga silaturahim dengan relawan Bekisar Trowulan bisa terus berlanjut. Saya mohon doa restunya di tahun 2024 agar bisa menjadi Bupati Mojokerto. Dan bisa melayani masyarakat dengan optimal,“ katanya.
Gus Barra juga mengajak relawan Bekisar yang hadir untuk semangat berpuasa Ramadhan dengan ikhlas.
“Dalam hadits dijelaskan, barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan ikhlas mengharap ridho Allah SWT, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu,“ terangnya.
”Jadi mari kita bersama-sama berjuang pada Pilcaleg nanti. Di sini ada adik saya, Muhammad Habiburahman yang mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI. Setelah menang, mari kita berjuang lagi bersama-sama untuk memenangkan Pikada Mojokerto pada 2024 nanti. Di sini saya akan maju menjadi Bupati Mojokerto. Supaya cita-cita menuju Mojokerto adil dan makmur segera tercapai,” kata Gus Barra.
“Apakah bapak-ibu siap ?” tanya Gus Barra. Dan dijawab serentak oleh warga Trowulan, “Siiaaap…!!!”
Sementara Muhammad Habiburahman (Gus Habib) pada sambutannya mengatakan bahwa dirinya berharap bisa terpilih sebagai anggota DPR RI, dan bisa masuk ke Komisi X, yang membidangi pendidikan, kebudayaan, dan agama. “Harapan saya, kita bisa memperjuangkan untuk mendapatkan beasiswa sebanyak-banyaknya dari negara, agar lebih banyak lagi warga Mojokerto yang menjadi sarjana S1, S2 atau S3,” katanya.
Menurut Gus Habib, bila masyarakat Mojokerto banyak yang pandai di sektor penididikan baik umum maupun agama, maka itu menjadi kunci utama percepatan menuju Mojokerto adil dan makmur.
Acara silaturahim yang diawali dengan istighotsah bersama ini, diakhiri dengan do’a bersama pula dipimpin oleh Kiai Asep. Dan saat pulang, seperti pada bulan Ramadhan sebelumnya, warga diberi Kiai Asep santunan berupa beras dan uang saku (transpor). (Moch Nuruddin, Gatot Susanto)













