Umrah Segera Dibuka Lagi, Ini Pengalaman Umrah saat Pandemi Owner Gift Travel yang Mengharukan

oleh

Haru Gembira Sedih

Saat rombongan masuk area Masjidil Haram, kata dia, kondisinya lengang, Tawaf juga lengang, sholat juga begitu lengang. “Ada perasaan lain. Ada rasa haru, gembira, sedih, campur aduk rasanya,” katanya.

Hari berikutnya, kata dia, rombongan diizinkan untuk berangkat ke Madinah. “Kami rombongan ketiga, rombongan 1 tanggal 1 November dan rombongan ke-2 tanggal 5 November, rombongan ke-3 tanggal 8 November. Tapi yang kondisinya paling aman, semuannya negatif, taat aturan, dan diizinkan ke Madinah hanya rombongan kami,” katanya.

Saat itu umrah dibuka secara khusus dengan kuota harian sangat terbatas. “Kuota yang bisa berangkat umrah sangat terbatas, kalau dulu kan ribuan jamaah per hari,” katanya.

Bagaimana dengan biaya umrahnya? Sebab dengan situasi seperti tersebut biaya bisa membengkak? Menurut Ansori sebenanya tidak membengkak.

“Sebenarnya sama saja sih kalau dihitung-hitung, kemarin biayanya kurang lebih Rp 35 juta dengan layanan yang mewah. Ya, pesawat direct, hotel bintang 5 (Conrad dan group), makanan full board, bus bagus, walau tidak ada city tour, tapi tetap saja pelayanan yang didapat lebih bagus kok. Dulu saat tidak pandemi juga segitu kurang lebihnya. Kalaupun lebih mahal, juga hanya kisaran 2-3 jutaan saja. Tapi saat itu sangat longgar, tidak berjubel, satu kamar 2 orang, bahkan saya sendiri satu kamar yang luas dan bagus. Sangat nyaman,” katanya.

Ansori mengaku merasakan sungguh nikmat umrah saat itu. Mengapa?

“Kami terharu dan gembira, karena cukup lama umrah ditutup. Dari Februari-Oktober. Dan saya terakhir ke Tanah Suci bulan Desember tahun 2019 sampai Januari awal 2020, dan dengar kabar di-lockdown tanah suci, bahkan haji juga cuma untuk sedikit orang. Sungguh sedih. Begitu diberitahu ada kesempatan umrah saya langsung daftar dan bisa berangkat. Itu sangat membuat saya terharu, berasa pertama kalinya ke Tanah Suci. Di Masjidil Haram juga kondisinya lengang, tidak desak-desakan. Bahkan waktu di Madinah juga lengang, masuk ke Raudhoh sangat nikmat, tidak rebutan, tidak desak-desakan. Ini yang membuat saya sangat terharu,” katanya. (gas)

No More Posts Available.

No more pages to load.