PAMEKASAN| DutaIndonesia.com – Para petinggi Universitas Islam Negeri (UIN) Madura Rabu (1/10/25) melakukan silaturrahmi dengan pekerja media di Pamekasan. Forum yang dihadiri oleh puluhan pekerja media itu dilakukan untuk mendapatkan masukan dari pekerja media untuk kemajuan UIN Madura.
Dialog dalam silaturrahmi yang dilaksanakan di Hotel Cahaya Berlian Jalan Trunopoyo itu dipandu oleh Ketua Senat UIN Madura Dr Achmad Mukhlis MAG. Turut hadir dalam acara tersebut Rektor UIN Madura Dr Syaifulhadi MPd.
Achmad Mukhlis mengatakan banyak saran dan kritik yang perlu didapat UIN Madura untuk kemajuannya. Bukan hanya dari kalangan akademisi namun juga masukan dari pihak luar para praktisi lapangan yang di antaranya kalangan pekerja media.
“Salah satu praktisi lapangan yang banyak tahu tentang dinamika perguruan tinggi ini adalah kalangan jurnalis. Mereka bukan hanya pencari berita namun juga mengetahui fakta lapangan yang nantinya menjadi piranti untuk pengembangan UIN Madura, ” kataya.
UIN Madura merupakan perguruan tinggi negeri tertua di Madura. Didirikan tahun 1970-an. Semula cabang dari IAIN Sunam Ampel Surabaya, terdiri satu Fakultas yakni Fakultas Tarbiyah Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI). Karena itu sejak awal kampus ini lebih dikenal dengan nama IAIN Sunan Ampel Pamekasan.
Dalam perkembangannya dengan mengikuti regulasi yang ada di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, IAIN Sunan Ampel Pamekasan memisahkan diri dari induksi IAIN Sunan Ampel Surabaya dengan menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN).
Kemudian dengan kerja keras para pemimpin STAIN Pamekasan berhasil menaikkan status menjadi IAIN Madura, dan puncaknya mulai tahun 2025 ini telah berhasil beralih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Madura yang kampusnya beralamat di Jalan Trunojoyo Km 4 Pamekasan.
Rektor UIN Madura Syaifulhadi mengatakan tahun 2025 ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi yang sangat besar bagi masyarakat Madura, nasional hingga internasional yang berharap perlunya Madura memiliki universitas negeri Islam yang representatif.
“Tanggal 20 Mei tahun 2025 tepatnya menjadi investasi yang telah memenuhi alih bentuk IAIN menjadi UIN Madura. Perubahan menjadi IAIN dan akhirnya menjadi UIN ini perlu diapresiasi dan terima kasih pada semua stakeholder, birokrat dan politisi telah mengantarkan IAIN menjadi UIN Madura,” ungkapnya.
Perubahan IAIN menjadi UIN, kata Sayifulhadi, memperluas kewenangan dalam memberikan layanan pendidikan secara universal dalam mempersiapkan SDM yang komprehensif. Dengan perubahan alih status itu, maka UIN bukan hanya jadi lumbung ilmu keagamaan, namun ilmu lain yang berbasis pada sains teknologi, matematika dan engeneering.
UIN Madura, kata Syaifulhadi, nanti akan menerapkan filosofis keilmuan sebagai ‘’Kampus Tanean Lanjang ’’ pengembangan keilmuan Islam yang integratif. Tanean Lanjang merupakan identitas sosio budaya masyarakat Madura yakni keluarga yang guyub, akur, harmonis dan terbuka untuk pengembangan sains. (mas)
.













