Wakil Ketua MPR Gus Jazil: Santri Harus Gemar Membaca Al Quran

oleh

Butuh Perhatian 

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan bahwa di tengah pandemi Covid-19 saat ini, pendidikan menjadi persoalan serius yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Sebab, sistem pembelajaran daring dinilai memang tidak cukup efektif.

 ”Tantangan kita luar biasa, apalagi di dunia pendidikan. Saya takut ketika menghadapi situasi ini generasi ke depan seperti apa. Saya khawatir akan mengalami generasi yang kosong karena kita belum terbiasa pendidikan daring,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Yani ini.

Dikatakan Gus Yani, saat ini yang masih menerapkan proses belajar tatap muka hanya di pesantren karena proses pendidikan daring yang belum cukup optimal. Gus Yani juga berpesan kepada para siswa dan guru yang melangsungkan pendidikan tatap muka agar tetap menjaga protokol kesehatan. 

”Generasi muda harus terus berkarya dan bermanfaat,” tuturnya.

Ketua Pengawas Yayasan Sekolah Al Quran Sunanul Muhtadin Chalimatus Sa’diyah mengatakan, ini merupakan tahun pertama proses belajar mengajar di SMP Al Maajid yang ada di Ponpes Sunanul Muhtadin. Karena itu, pilot project ini harus berhasil. Sebab, tahun pertama ini akan sangat menentukan keberlanjutan dan juga menjadi rujukan. 

Bu Nyai Chalimah juga mengingatkan para guru agar bisa mengajar dengan penuh keikhlasan. 

”Kita harus memberikan yang terbaik. Anggap mereka anak-anak kita sendiri yang kita didik dengan penuh kasih sayang. Kita ajarkan mereka akhlaq-akhlaq Alquran,” tutur dosen Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta ini. (sir/ndc)

No More Posts Available.

No more pages to load.