Ana Daskam malah teringat waktu dia bekerja di Hongkong. “Jadi ingat Hongkong waktu masih kerja di sana naik MRT ke mana- mana sangat mudah transportasi di Hongkong plus murah dan bersih,” katanya.
Imam Shamsi Ali juga memuji Arifi Saiman. Bahkan Presiden Nusantara Foundation ini menyamakan Pak Konjeng dengan pengusaha miliarder dan mantan walikota tiga periode di New York City, Michel Bloomberg. Dia merupakan orang terkaya ke-16 dunia dengan harta kekayaan mencapai USD54,9 miliar (Rp797 triliun). Ya, Michel Bloomberg selama ini memang penggemar berat transportasi umum semacam subway ini.
“Wah, baru kali ini ada Konjen kita yang niru Michel Bloomberg. PP kerja-rumah naik train…thank you Pak Konjen,” kata Imam Shamsi Ali.
Arifi Saiman menjawab: “Ass. Pak Imam Shamsi Ali. Semoga Pak Imam selalu dalam kondisi sehat walafiat. Amin,” katanya.
“Sami-sami Pak Konjen. Sehat, sukses dan berkah selalu,” jawab Imam Shamsi.
Semua memuji langkah Arifi Saiman pulang pergi ke kantor sebagai cara yang sehat. Dan murah. Saat menjawab komentar Yoni Utomo, Arifi Saiman mengatakan, “Iya Pak Yoni, cara bisa olah raga ya pulang kantor naik kendaraan umum. Harga kaki lima tapi manfaat kesehatan bintang lima.”
Ketika dikonfirmasi Global News, Arifi Saiman, menegaskan, bahwa dirinya memang penggemar jalan kaki dan angkutan umum. “Saat-saat tertentu, khususnya jika lagi tidak ada acara kedinasan penting seperti ketemu counterparts dll, saya memang suka naik kereta. Kebetulan Wisma Konjen RI New York berada di Scarsdale, sekitar 20 mil dari jantung kota New York dan dekat Wisma ada stasiun kereta Metro North (sekitar 1 mile),” katanya.
Menurut dia, naik kereta sekalian jalan sehat saat menuju stasiun tujuan. Dan bukan karena faktor ikut-ikutan Mike Bloomberg atau yang lain, tapi memang dirinya suka naik kendaraan umum khususnya kereta/subway.
“Saat bertugas di Jakarta dan Paris, saya ke kantor naik KRL (di Jakarta) atau naik Subway (saat bertugas di Paris). Naik kereta/Subway, keuntungannya: murah, cepat dan on time, plus plus tanpa kena macet dan selama di kereta bisa disambi baca buku. Itu alasan kenapa saya suka naik kereta, Pak,” katanya kepada Global News. (*)










