PAMEKASAN | DutaIndonesia.com – Sebanyak 31 warga binaan Lapas Kelas II A Pamekasan, Rabu (9/9/2025) diwisuda sebagai guru Al Quran Metode Qurana. Wisuda dilakulan oleh Bupati Pamekasan KH Khalilurrahman bersama Kepala Lapas Syukron Hamdani, di ruang pertemuan Lapas tersebut.
Kalapas Syukron Hamdani menjelaskan awalnya warga binaan yang telah mendapat sertifikat menjadi guru Al Quran itu sebanyak 39 orang, namun karerna sebagian dari mereka ada yang telah bebas, maka sisanya tinggal 31 orang.
“Sertifikasi dilakukan oleh Qurana Foundation Indonesia. Tapi karena sebagian mereka telah mamasuki masa bebas, namun mereka tetap punya kewajiban berkiprah di masyarakat mengajar masyarakat yang belum bisa baca Al Quran,” kata Syukron.
Yang membina para warga binaan peserta pembinaan guru Al Quran selama ini adalah dari Qurana Foundation Cabang Pamekasan, dibawah kepemimpinan Ustadz Muhammad Badrus SM. Sebelum diwisuda pembinaan intensif bagi mereka dilkakukan mulai bulan Juni 2025, sedankan proses pembinaan dilakukan sejak Januari 2025.
Syukron mnengatakan program pembinaan guru ngaji Al Quran bagi warga binaan Lapas di Jawa Timur baru ada di dua Lapas, yakni Lapas Malang dan Lapas Pamekasan. Di Lapas Malang telah mewisuda 9 angkatan dan Pamekasan baru mewisuda satu angkatan.
Warga binaan yang telah diwisuda itu, kata Syukron, mendapatkan kewajiban untuk menurunkan dan mengajarkan ilmunya pada para warga binaan Lapas lainnya.
“ Jadi setelah wisuda selesai, mereka dapat kewajiban membina warga binaan lainnya,” katanya.
Bupati Pamekasan KH Khalilurrahman mendukung penuh program yang dijalankan oleh Lapas Kelas II A Pamekasan. Bahkan dia sendiri sempat menguji kemampuan ilmu tajwid dari para wisudawan tersebut. Hasilnya para wisudawan menjawab dengan lancar dan bener semua pertanyaan Bupati Khalilurrahan.
Warga binaan Lapas Kelas II A Pamekasan kini sebanyak 814 orang. Sebanyak 442 orang dari mereka terlibat kasus narkoba dan 372 terlibat dalam kasus kriminal. Untuk kesuksesan pembinaan guru alquran, Lapas menggandeng lembaga di antaranya MUI, Kemenag dan Baznas Pamekasan serta lembaga terkait lainnya. (mas)














