PAMEKASAN | DutaIndonesia.com – Rektor Unira masa jabatan 2025-2029 Dr Drs Ec HM Gazali MM, Selasa (29/7/2025) dilantik oleh Ketua Yayasan Unira Drs H Amiril MSi. Pelantikan dilakukan di ruang pertemuan lantai 3 Gedung Laborartorium Bersama Unira Jalan Raya Panglegur KM 3,5 Pamekasan.
Pelantikan dihadiri oleh Bupati Pamekasan Dr KH Khalilurrahman SH MSi, Ketua Yayasan Unira, Ketua Pembina Yaysan Dr Kadarisman Sastrodiwirjo, sekretaris yayasan dan para pengawas, pimpinan perguruan tinggi se-Madura, perbankan, mitra kerja Unira, seluruh anggota Senat, perwakilan dosen dan organisasi kemahasiswaan.
Dalam sambutannya Gazali mengungkapkan fenomena perguruan tinggi swasta yang belakangan ini mengalami ujian berat. Yakni makin berkurangnya jumlah mahasiswa yang menempuh studi di perguruan tinggi swasta. Itu terjadi karena tingginya angka para calon mahasiswa yang memasuki perguruan tinggi negeri.
“Ada feomena menarik dalam pendidikan kita saat ini. di tingkat dasar banyak sekolah negeri yang kekurangan siswa, sedangkan sekolah swasta kelebihan siswa, bahkan untuk bisa masuk harus indent hingga dua tahun. Di perguruan tinggi terbalik banyak perguruan tinggi swasta yang kekurangan mahasiswa, di PTN justru berlebihan, ” ungkapnya.
Dia mengungkapkan data di Kementerian Pendidikan tahun 2024 menyebutkan bahwa ada 27 persen SDN yang kekurangan siswa. Bahkan tahun 2025 ini di Pamekasan ada SDN yang hanya kabagian 1 orang siswa, dan itu kemungkinan terjadi di SDN lainnya. Tapi di Perguruan Tinggi terbalik, kini 40 persen PTS yang ada kekurangan mahasiswa.
Bagi PTS, kata dia, realitas itu menandakan bahwa PTS harus berbenah diri dan mengubah strategi manajemen dan kreativitasnya untuk menjadi PTS yang menarik bagi para calon mahasiswa. PTS masih tetap dibutuhkan, karena itu PTS membutuhkan kerja besar untuk bisa bersaing dengan PTN.
Dia lalu mengungkapkan tentang sidang dengar pendapat antara Komisi X DPR RI dengan Kementerian Dikti Saintek. Komisi X menegur Kementerian Dikti Saintek agar PTN membatasi diri karena kini sampai ada PTN yang menerima mahasiswa baru mencapai 30 ribu orang.
Selain itu dia juga mengungkakan bahwa data tahun 2024 menunjukkan hanya 10 sampai 15 persen PTS di Indonesia yang sehat secara akademik dan finansial. “Apakah Unira masuk dalam data yang 10 sampai 15 persen tersebut, secara akademik dan finansial apakah Unira sehat?” katanya.
Berbagai kiat, kata Gazali, harus dilakukan. Di antaranya meningkatkan budaya mutu. Budaya mutu harus ditekankan karena masyarakat menunggu mutu, mencari layanan yang prima, mencari fasilitas yang lengkap, kurikulum yang adaftif. Itulah tugas berat untuk menjadikan PTS yang bagus. Ikhtiar tanpa henti, syukur tanpa batas dan bersabar tanpa tepi.
Sementara itu Ketua Yayasa Unira Drs H Amiril MSi mengungkapkan bahwa Yayasan Unira selalu memperhatikan keinginan para stakeholder utamanya soal kepemimpinan, sekalipun dalam pemilihan kepemimpinan memiliki kewenangan untuk menentukan siapa calon rektor yang akan dipilih.
“Kami Yayasan tidak menggunakan pendekatan kekuasaan tersebut. Karena kami tahu penggunaan kekuasaan yang berlebihan akan mengakibatkan terjadinya situasi kepemimpinan yang tidak baik,” tandasnya.
Senada dengan Rektor Unira, Amiril mengaku beratnya beban PTS belakangan ini. Terkait dengan hal itu dia yakin Rektor Unira yang baru, Gazali, akan mampu menghadapi ujian itu dengan baik. Setiap orang yang diuji Allah, kata dia, pasti sesuai dengan kemampuannya. Oleh karena itu seberat apa pun ujian yang dihadapi akan mampu diselesaikan karena Allah pasti menolong.
Sementara itu Bupati Pamekasan Dr KH Khalilurrahman SH MSi menegaskan bahwa Unira sangat strategis dan dibutuhkan oleh Pamekasan. Dia menyebut sekitar 60 persen pejabat dan karyawan di lingkunngan Pemkab Pamekasan lulusan Unira.
Karena itu dia mengaku sangat berkepentingan pada Unira menjadi universitas yang maju dan berkualitas. Dia juga berjanji akan memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi, sehingga bisa mensupport dan ambil bagian dalam memajukan generasi yang ada saat ini. (mas)














