LUMAJANG|DutaIndonesia.com – Sebanyak 52 kepala desa (kades) anggota Asosiasi Kepala Desa (AKD) Lumajang, Jawa Timur, menandatangani kerjasama dengan Bank Mandiri sebagai “manajer desa” atau “agen Mandiri” untuk bank tersebut di desanya masing-masing pada Minggu 27 Februari 2022. Acara penandatanganan MoU yang dilakukan antara kepala desa dan Bank Mandiri serta AKD Jatim selaku organisasi yang menaungi AKD-AKD di daerah ini, dilakukan di Suhanto Agro, Kebonagung, Lumajang.
Selain dihadiri para kades, pengurus AKD Lumajang, dan perwakilan Bank Mandiri dari Probolinggo, hadir pula dalam kesempatan itu, Pembina AKD Jatim Dwi Putranto Sulaksono dan Sekjen AKD Jatim Saiful Mahdi atau akrab disapa Sandi.
Pembina AKD Jatim, Dwi Putranto Sulaksono, mengatakan, secara keseluruhan di Jatim yang menandatangani kerjasama ini sebanyak 7.724 kades anggota AKD Jatim dengan Bank Mandiri. Jumlah ini baru sebagian saja dari seluruh kades anggota AKD Jatim yang akan menjadi agen Bank Mandiri di desanya.
“Alhamdulillah, yang menandatangani berkas perjanjian kerjasama antara kepala desa anggota AKD Jatim dan Bank Mandiri sebanyak 7.724 kepala desa untuk menjadi agen Bank Mandiri. Setelah launching pertama di Bangkalan, lalu dilanjutkan di Situbondo, Banyuwangi, dan kali ini di Lumajang. Besok akan berlanjut di Sampang, Pamekasan, pada Selasa 1 Maret. Lalu menyusul kemudian Malang, Sumenep, dan daerah-daerah lain di Jatim, hingga acara puncak Musda AKD Jatim, yang insya Allah kami adakan di Pandaan pada 15 Maret. Semoga dengan ini pertumbuhan ekonomi di desa bisa lebih cepat, warganya bisa lebih makmur, khususnya saudara-saudaraku kepala desa, juga lebih makmur,” kata Dwi Putranto Sulaksono.
Dalam proses selanjutnya para kades akan mendapatkan semacam jaminan hari tua (JHT) apabila melakukan secara profesional sebagai agen Bank Mandiri. Profesional dalam arti melaksanakan fungsi-fungsi perbankan untuk melayani para nasabah, yang dalam hal ini adalah warganya sendiri.
“Ini juga bisa sebagai pensiun bila nanti sudah tidak lagi menjabat, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Insya Allah dengan menjadi agen Bank Mandiri, kebutuhan sehari-hari akan tercukupi dengan baik. Warganya juga bisa lebih mudah mengakses layanan perbankan, mulai transfer uang hingga mengajukan permohonan kredit bank, bisa dilakukan dengan Pak Kades sebagai semacam perwakilan di desa bagi Bank Mandiri,” kata Dwi.
Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Lumajang, Suhanto, menyambut gembira kerjasama dengan Bank Mandiri ini. Pasalnya, dengan demikian, warga desa akan lebih mudah lagi melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perbankan. Hal ini diharapkan bisa lebih menggiatkan perekonomian desa, memajukan UMKM dan industri rumahan milik warga. “Tujuannya selanjutnya agar warga lebih makmur sejahtera,” kata Suhanto yang juga Kades Kebonagung ini.
Dan juga, yang paling penting, kata Kades yang biasa dipanggil Anto ini, kepala desa bisa membantu warga desanya dalam bertransaksi tidak perlu ke kota lagi. Cukup di desanya sendiri melalui kades.
“Yang tidak kalah penting pelayanannya dalam bertransaksi masyarakat desanya tidak dibatasi waktu mau siang hari atau malam hari pokoknya 24 jam,” kata Suhanto.
(gas)
















