Pengurus Ranting Muslimat NU Malaysia Arya Amanda Selesaikan Kuliah S1 di Tengah Kesibukan Kerja dan Organisasi

oleh

KUALALUMPUR| DutaIndonesia.com – Arya Amanda, salah seorang pengurus ranting Muslimat NU di Malaysia, berhasil menyelesaikan pendidikan S1 pada Juni 2026 setelah menempuh perkuliahan selama empat tahun.

Arya menyelesaikan pendidikan pada Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Terbuka (UT) KBRI Kuala Lumpur, dengan meraih IPK 3,40. Skripsinya berjudul “Strategi Adaptasi Sosial Mahasiswa Perantau dalam Menghadapi Perubahan Budaya di Lingkungan Kampus.”

Menyelesaikan kuliah jenjang sarjana pada usia 33 tahun memang bukan perkara yang sederhana. Arya harus membagi waktu antara kesibukan bekerja, belajar, dan menjalankan aktivitas organisasi.

“Tantangan terberat berada pada waktu, yang harus dibagi antara kesibukan kerja, belajar, dan berorganisasi. Disiplin waktu itu kuncinya,” ungkap Arya.

Menurutnya, kedisiplinan menjadi strategi utama untuk menyelesaikan pendidikan. Selain mengatur waktu, ia juga berusaha memahami materi yang diberikan selama perkuliahan agar dapat memenuhi standar yang telah ditentukan.

“Tentunya dengan disiplin pada waktu, dan mempelajari segala materi yang diberikan agar supaya paham dan lulus, memenuhi standar yang sudah ditentukan,” jelasnya.

Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan, Arya mengaku merasa lega sekaligus mendapatkan keyakinan bahwa dirinya mampu menuntaskan pendidikan yang telah dijalani selama empat tahun.

“Alhamdulillah, sangat lega, dan ternyata saya bisa melakukannya,” ujarnya.

Bagi Arya, pendidikan dan aktivitas organisasi sama-sama memiliki arti penting. Karena itu, ia memilih untuk tidak meninggalkan salah satunya, melainkan mengatur waktu agar keduanya tetap dapat dijalankan.

“Yang saya lakukan yaitu disiplin waktu dan membaginya. Karena menurut saya kuliah itu penting, dan berorganisasi Muslimat juga tidak kalah pentingnya,” tuturnya.

Penyelesaian pendidikan tersebut menjadi capaian Arya setelah menjalani empat tahun perkuliahan sambil tetap bekerja dan aktif dalam organisasi.

Di tempat terpisah, Ketua Umum PCI Muslimat NU Malaysia, Dra. Mimin Mintarsih, menyatakan rasa bangga atas prestasi tersebut. “Saya sebagai Ketua PCI Muslimat NU Malaysia merasa bangga karena meski sangat sibuk, Mbak Arya masih semangat untuk mencari ilmu,” tuturnya (Mimin/Aziz)

No More Posts Available.

No more pages to load.