SURABAYA | DutaIndonesia.com – Sebuah hadist yang diriwayatkan oleh
Imam Ath-Thabrani menyatakan “Sesungguhnya orang-orang yang berbuat baik (ahlul ma’ruf) di dunia, mereka ma’ruf pulalah di akhirat, yakni orang-orang yang akan mendapatkan/berbuat kebaikan di akhirat. Dan sesungguhnya penduduk surga yang pertama kali masuk ke dalam surga adalah ahlul Ma’ruf atau orang yang suka berbuat baik.
Hadist tersebut dikisahkan oleh sahabat Rasulullah, Abu Ummamah ra.
Hadist ini kemudian disitir oleh Prof DR KH Asep Syaifuddin Chalim MA dan disampaikan pada para santrinya saat pengajian Rabu subuh (27/10/2026), di Ponpes Amanatul Ummah, Siwalankerto, Wonocolo, Surabaya.
Dijelaskan secara pelan dan jelas oleh Kiai Asep, bahwa orang yang jujur dan ahli ma’ruf, maka dia di akhirat akan berbuat ma’ruf juga. Dan ahli ma’ruf akhirat akan menuntun menjadi ahli surga.
“Jadi berusahalah untuk selalu jujur dalam berkata dan berbuat baik, karena kejujuran menuntun pada perbuatan yang baik (ahli ma’ruf). Dan ahli ma’ruf, akan menuntunmu pada surga,” tegas Kiai Asep lagi.
Sebaliknya, orang yang berbuat kemungkaran di dunia, nantinya adalah orang yang ahli kemungkaran di akhirat. Dan itu menjadikannya ahli neraka” jelas Kiai Asep.
Hadist tersebut, juga segolongan dengan hadist yang menyinggung soal keutamaan bersedekah. Yakni “Perbuatan baik dapat melindungi seseorang dari kemurkaan/kematian yang buruk, sedekah secara sembunyi-sembunyi dapat memadamkan kemurkaan Rabb, menyambung tali silaturahmi dapat menambah umur… dan ahlul ma’ruf di dunia adalah ahlul ma’ruf di akhirat…”
Ahlul Ma’ruf Akhirat
Apa Makna “Ahlul Ma’ruf di Dunia Menjadi Ahlul Ma’ruf di Akhirat”?
Para ulama ahli hadits sepakat menerangkan kalimat ini ke dalam beberapa makna yang sangat indah:
Diberikan Hak Memberi Syafaat: Di hari kiamat, Allah akan mengumpulkan seluruh manusia dan memerintahkan malaikat berseru: “Mana orang-orang yang suka menolong dan berbuat baik di dunia?”
Ketika mereka maju, Allah berfirman: “Kalian telah berbuat kebaikan kepada manusia di dunia, maka hari ini (di akhirat) jadilah orang yang membagikan kebaikan. Berdirilah bersama para Nabi dan Rasul, berikanlah syafaat (pertolongan) kepada siapa saja yang kalian kehendaki untuk dimasukkan ke surga.” Jadi, mereka membagikan kebaikan di akhirat sebagaimana mereka gemar berbagi di dunia.
Dibalas dengan Kebaikan yang Sempurna:
Allah akan membalas kebaikan mereka yang terbatas di dunia dengan kebaikan tak terbatas di akhirat, yang akhirnya menuntun mereka masuk ke dalam surga-Nya.
Menjadi Golongan Pertama Masuk Surga:
Sesuai teks haditsnya, berkat sifat mereka yang gemar meringankan beban orang lain, memberi manfaat, dan berbuat ihsan, Allah memuliakan mereka untuk menginjakkan kaki di surga mendahului yang lainnya.
Dijelaskan oleh Kiai Asep, bahwa Anas bin Malik meriwayatkan: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda, “Amal kebaikan yang dilakukan untuk manusia akan melindungi orang yang melakukannya dari nasib buruk, bahaya, dan kehancuran. Orang-orang yang berbuat baik di dunia akan menjadi orang-orang yang berbuat baik di akhirat. ”
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu menuntun kepada kebaikan, dan kebaikan itu menuntun kepada surga. Seseorang terus-menerus berlaku jujur dan memilih kejujuran hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai orang yang sangat jujur. Dan jauhilah kedustaan, karena kedustaan itu menuntun kepada kejahatan, dan kejahatan itu menuntun ke neraka. Seseorang terus-menerus berdusta dan memilih kedustaan hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Bukhari no. 6094 dan Muslim no. 2607)
Contoh berbuat baik antara lain, menolong orang yang kesusahan, bersedekah dan membantu fakir miskin serta menjaga silaturahmi. Juga berkata jujur dan berakhlak mulia. Menjauhi kezaliman serta perbuatan mungkar.
“Ingat nak, kebiasaan berbuat baik merupakan jalan menuju ridha Allah dan keselamatan akhirat,” kata Kiai Asep.
Rahmat Allah
Pada akhir pengajian, Kiai Asep juga mengatakan, bahwa jujur dan berbuat baik, itu menuntun ke surga. Namun untuk bisa masuk surga, harus melaksanakan perintah-perintah Allah dan menghindari laranganNYA.
Jadi selain jujur dan berbuat baik, mukmin ahli surga juga harus melaksanakan rukun Iman, rukun Islam dan Ihsan.
Rasulullah mengajarkan bahwa tidak ada seorang pun masuk surga semata-mata karena amalnya, melainkan dengan rahmat Allah. Amal saleh merupakan jalan untuk memperoleh rahmat tersebut.
Jadi, rumusan sederhananya adalah: Benahi iman dan tauhid, jaga salat lima waktu, tunaikan kewajiban lain sesuai kemampuan dan syaratnya.
Jauhi dosa dan bertobat jika terjatuh, berbuat baik serta tunaikan hak sesama manusia. Berharap kepada rahmat Allah dan istiqamah hingga akhir hayat.
Itulah bekal seorang Muslim untuk berharap menjadi Ahlul Jannah. (Moch Nuruddin)











