Juara Nasional
Penunjukan Ning Alfina panggilan akrabnya tentu bukan tanpa alasan. Pertama, secara istiqamah dan konsisten ia menorehkan prestasi di dunia qira’ah dari bawah. Sejak duduk di bangku madrasah ibtidaiyah ia menjuarai tingkat kecamatan, sampai ketika jadi mahaswa di kampus kebanggaan NU Sidoarjo itu.
Di usia yang masih muda ia sudah menorehkan prestasi nasional. Tahun 2018 misalnya, secara simultan ia berhasil menjadi Juara 1 Olimpiade Quran yang digelar Universitas Negeri Yogyakarta, Jamiyatul Qurra’ wal Huffaz tingkat Nasional di Karawang, MTQ Regional Mahasiswa di Univeritas Negeri Jember.
Selanjutnya di tahun 2019 juara 2 MTQ Nasional Mahasiswa di UINSA, 2020 Juara 1 MTQ Virtual piala Gubernur Kalsel cabang Murattal dan Juara 1 MTQ Tingkat Provinsi Jatim pada HUT Bhayangkara di Sampang.
Dan, terakhir di tahun 2021 ia kembali membawa harum nama kampus di ajang MTQ Virtual yang digelar Universitas NU Surabaya (UNUSA). Pada Nopember mendatang ia akan mewakili Sidoarjo berkompetisi di ajang MTQ Jawa Timur di Pamekasan.
Kedua, ia tergolong telaten membina anak- anak didiknya di sebuah Taman Pendidikan Al Quran di kampungnya di Desa Kedung Peluk Kec. Candi Kab. Sidoarjo dan madrasah tempat mengabdi sebagai pembina qiraah. Sudah ada beberapa anak didiknya yang telah menjuarai di ajang MTQ sampai tingkat provinsi. Sebuah capaian yang luar biasa pada masanya. Saya pun tidak mampu melakukannya.
Ketiga, pola pembinaan dan karya cover salawatnya yang ia lakukan telah mengikuti jamannya. Jaman Youtube seperti sekarang ia manfaatkan sebagai media pembinaan tilawah dan dakwah salawat.
Setidaknya ada 5-6 part belajar tilawah yang diawali dari Irama Bayyati dengan berbagai tingkat dan variasinya. Cover salawat Qad Anshaha sudah tidak terhitung dicopy oleh channel lain dengan berbagai teknik.













