“Sehingga kami bisa mengetahui apa kebutuhan pemda. Jika ada permasalahan, kami akan bantu carikan jalan keluar supaya akses pemda bisa cepat dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warganya,” tuturnya.
LaNyalla mengawali kunker di Kalbar dengan melakukan ziarah ke kompleks makam Kesultanan Pontianak di Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara. Kompleks tersebut terletak di Tepi Sungai Kapuas Pontianak dan tidak jauh dari Tugu Khatulistiwa.
Area pemakaman yang telah menjadi cagar budaya ini, merupakan tempat dimakamkannya para raja-raja Kesultanan Pontianak beserta keluarganya yang juga merupakan tokoh-tokoh besar negara.
Pendiri Kota Pontianak, Sultan Syarif Abdurrahman Al-Qadri, juga dimakamkan di kompleks Makam Batu Layang. Sultan Syarif Abdurrahman merupakan raja pertama Kesultanan Pontianak. Ia adalah putra dari Al Habib Husin, seorang penyebar ajaran Islam yang berasal Arab.
LaNyalla yang berziarah bersama Wagub Kalbar Ria Norsan memanjatkan doa di makam Sultan Syarif Abdurrahman didampingi juru kunci Makam Batu Layang, Syarif Umar Alkadrie.
Makam Sultan Syarif Abdurahman Al-Qadri terbuat dari kayu belian bertingkat 2 dan berukirkan motif tumbuhan bersulur yang selalu diselimuti dengan kain berwarna kuning terang. Makam tersebut sudah berusia ratusan tahun dan sudah banyak dilakukan perbaikan.
Di area ini juga terdapat makam keturunan Sultan Syarif Abdurrahman yang cukup terkenal, yaitu Sultan Hamid II Alkadrie. Sultan Hamid II merupakan tokoh pejuang di era kemerdekaan yang melawan Belanda. Ia adalah tokoh yang mendesain lambang negara Indonesia.













