Gelombang panas tengah melanda Eropa. Suhu panas yang dijuluki kiamat di Eropa kali ini sangat ekstrem. Pemerintah Inggris menetapkan keadaan darurat nasional. Sedang ribuan warga dan turis harus diungsikan dari kawasan Gironde, Prancis Barat. Kebakaran hutan terjadi di Prancis, Portugal, Spanyol, dan Jerman. Krisis pangan juga menghantui akibat perubahan iklim ini.
YAYAH INDRA, Ketua PCI Muslimat NU Inggris Raya, nekat terus bekerja di puncak badai panas yang terjadi di Kota London. Padahal sudah ada imbauan dari Pemerintah agar warga tinggal di rumah selama dua hari. Senin dan Selasa (19/7/2022). Ya, untuk menghindari panas ekstrem tersebut. Akibatnya, tidak lama setelah keluar rumah, wajah dan tubuh Yayah yang tidak tertutup pun “terbakar” sinar Matahari.
“Langsung gosong mukaku. Padahal para karyawan diimbau agar libur. Kalau anak-anak sekolah memang libur dua hari. Saya nekat keluar untuk kerja, sebab saya sangat senang ada matahari. Tapi masalahnya ada badai panas itu,” kata Yayah kepada DutaIndonesia.com, Rabu (20/7/2022).
Suhu udara di Inggris sempat mencapai 41 derajat C. Suhu ini menjadi terpanas dalam sejarah. Suhu yang menyengat itu bagi orang Indonesia yang tinggal di Inggris sebagian besar aman sebab mereka sudah terbiasa merasakan panasnya hidup di negeri Katulistiwa. Namun bagi warga Eropa, khususnya Inggris, suhu panas ekstrem ini bisa mengancam kulit. “Orang kulit putih rentan terhadap suhu panas ekstrem. Bisa terkelupas saat terkena panas matahari. Tapi kita orang Indonesia, Insya Allah, aman,” kata Yayah.
Namun demikian Yayah dan ibu-ibu Muslimat lain serta WNI di Inggris Raya harus mengantisipasi agar kulitnya tidak gosong saat beraktivitas di bawah terik matahari. Karena itu, setiap kali beraktivitas di luar ruangan, Yayah membawa suncream, satu botol air yang diambil dari freezer, dan tentu saja wajib membawa payung. Namun, saking panasnya, air dalam botol yang semula beku, langsung cair begitu dibawa keluar rumah.
“Tidak sampai 10 menit sudah meleleh, cair,” katanya.
Badai panas, kata Yayah, sangat berbeda dengan panas biasanya di hari lain. Bila terkena sinar matahari rasanya nyeri di kulit. Apalagi bila tidak memakai suncream. “Kulitku langsung gosong pas kemarin jam 3 saya keluar. Di kereta dan bus juga panas banget, padahal AC sudah menyala,” katanya sambil menunjukkan foto dirinya berkulit “gosong” karena sengatan sinar matahari. “Saya ke mana-mana juga bawa kipas,” ujarnya lagi.
Kondisi itu membuat Pemerintah Inggris mengumumkan keadaan darurat panas ekstrem untuk sebagian besar wilayah di Inggris pada hari Senin (18/7/2022), dengan suhu diperkirakan melebihi 40 derajat Celcius. Inilah penerapan darurat panas untuk pertama kalinya dalam sejarah Inggris. Peringatan Level 4, yang dikeluarkan oleh Badan Keamanan Kesehatan (UKSHA) untuk Senin dan Selasa, didefinisikan sebagai “darurat panas nasional” untuk pertama kalinya.
Dinas Meteorologi Inggris, MET Office, mengatakan, cuaca panas tertinggi yang terjadi pada hari Selasa (19/7/2022) belum pernah terjadi sebelumnya. “Suhu akan sangat panas sepanjang hari, sebelum naik hingga 40 C, bahkan mungkin 41 C di tempat-tempat terpencil di seluruh Inggris pada sore hari,” kata Rachel Ayers dari MET Office.
Sebagian besar Inggris, dari London di selatan ke Manchester dan Leeds di utara, berada di bawah peringatan pertama negara itu tentang panas ekstrem, yang berarti ada bahaya kesehatan, bahkan bahaya kematian bagi orang yang berisiko tinggi. Cuaca panas dan kering telah mencengkeram Eropa selatan sejak pekan lalu, memicu kebakaran hutan di Spanyol, Portugal dan Prancis, sebelum bergerak ke utara.
Rekor suhu tinggi juga mengganggu transportasi umum, pelayanan perawatan kesehatan dan sekolah. Otoritas Inggris mengerahkan lebih banyak ambulans dan pekerja medis di tengah kekhawatiran dampak kesehatan. MET Office memperingatkan bahwa suhu tinggi menimbulkan risiko serius, termasuk penyakit parah dan kematian, bahkan di antara orang sehat.
Dikatakan juga ada risiko tinggi terganggunya layanan listrik, air dan layanan telepon seluler . Jaringan kereta api nasional meminta pelanggan untuk tidak menggunakan layanannya kecuali sangat penting. Penundaan parah diperkirakan akan terjadi pada beberapa jalur transportasi karena rel kereta yang bengkok dan gangguan pasokan listrik. Beberapa layanan transportasi umum, termasuk rute utama antara Inggris timur laut dan London, ditangguhkan untuk sebagian pada hari Selasa (19/7/2022).
Jaringan metro London mengurangi layanan pada hari Senin dan Selasa, dan mendesak para penumpang untuk hanya bepergian jika benar-benar diperlukan. Bandara Luton dekat London harus menangguhkan kedatangan dan keberangkatan penerbangan, setelah suhu tinggi menyebabkan cacat pada permukaan landasan.
Sementara beberapa sekolah ditutup, yang lain bersiap untuk membuat kolam rendam dan semprotan air guna mendinginkan siswa sekolah. Untuk mencegah munculnya kondisi darurat di sektor layanan kesehatan, beberapa prosedur medis juga dibatalkan.
Kebakaran Hutan
Gelombang panas yang melanda sebagian besar barat daya Eropa mengakibatkan kebakaran hutan di Portugal, Spanyol dan Prancis dan Jerman. Layanan meteorologi Jerman mengumumkan, suhu akan naik setinggi 40 C dan paling parah melanda bagian barat Jerman.
Hari Senin (18/7), sekitar 115 petugas pemadam kebakaran harus dikerahkan setelah kebakaran hutan di tujuan wisata populer di timur Jerman, yang menyebar cepat di area seluas 2.500 m2.
Di Prancis, lebih dari 16.000 orang, termasuk penduduk dan turis, dievakuasi karena kebakaran hutan yang merusak hutan kering di wilayah barat daya. Pihak berwenang Prancis menanggapi kebakaran dengan mendirikan tujuh tempat penampungan darurat untuk para pengungsi. Mereka mengumumkan rencana evakuasi untuk lebih banyak kota yang berisiko menjadi korban kebakaran.
Spanyol berhasil mengatasi kebakaran yang membakar sekitar 2.000 hektare hutan dan lahan di Andalusia, lapor otoritas regional. “Semua 3.000 penduduk yang dievakuasi dari kota pesisir selatan Malaga diizinkan untuk kembali ke rumah mereka,” kata pemimpin regional Juan Manuel Moreno.
Kebakaran hutan di Portugal telah menewaskan dua orang dan melukai sekitar 60 lainnya. Antara 12.000 dan 15.000 hektare lahan terbakar, ketika negara itu dilanda suhu yang mencapai rekor panas 47 derajat Celcius. Meskipun tingkat panas sedikit menurun, sebagian besar wilayah tetap waspada dengan kemungkinan berlanjutnya kebakaran hutan.
Biro cuaca di Italia memperkirakan suhu di atas 40 C di beberapa wilayah dalam beberapa hari mendatang. Juga Swiss terkena dampak gelombang panas. Operator pembangkit nuklir di Beznau menyatakan, mereka harus mengurangi output agar pembangkit tidak terlalu panas, karena mengandalkan Sungai Aare untuk mengambil air pendingin, sementara suhu air juga makin naik.
Memicu Krisis Pangan
World Meteorological Organization (WMO) memprediksi gelombang panas ini bisa terus berlanjut terjadi hingga berdekade-dekade. Dilansir UN News, Rabu (20/7/2022), pola itu disebut terkait aktivitas manusia yang berkontribusi pada pemanasan planet. Dampak besar berisiko terjadi pada sektor agrikultur.
“Kami memperkirakan melihat dampak-dampak besar pada agrikultur. Pada gelombang panas sebelumnya di Eropa, kita kehilangan sejumlah besar panen. Dan di bawah situasi terkini, kita sudah terkena krisis pangan global akibat perang di Ukraina, gelombang panas ini akan membawa dampak pada aktivitas-aktivitas agrikultur,” ujar Petteri Taalas, Sekretaris Jenderal WMO, dalam konferensi pers di Jenewa.
Pihak WHO menyebut gelombang panas akan terjadi lebih sering hingga tahun 2060-an. Gelombang panas di Eropa saat ini mungkin akan terus berlanjut hingga pertengahan pekan depan.
Dampak dari gelombang panas bukan hanya membuat situasi tidak nyaman, tetapi berbahaya karena bisa menjebak polusi dan mengurangi kualitas udara. Akibatnya, para lansia terdampak parah. Pada gelombang panas 2023, sekitar 70 ribu orang meninggal di Eropa. (gas/l6/det)












