Oleh: Shamsi Ali Al-Nuyorki*
HUBUNGAN Amerika Serikat dan Israel sudah berlangsung lebih dari tujuh dekade. Salah satu pilar utamanya adalah bantuan militer yang terus mengalir tanpa jeda. Namun beberapa tahun terakhir, lanskap politik di Washington mulai bergeser. Suara-suara kritis yang dulu dianggap tabu kini mulai muncul di jantung Kongres. Tulisan ini merangkum fakta bantuan AS ke Israel dan memotret perubahan sikap politik dalam negeri Amerika yang sedang terjadi.
Rincian Bantuan Tahunan AS ke Israel
Berdasarkan Nota Kesepahaman (MOU) 2016 untuk Tahun Anggaran 2019-2028, AS memberikan bantuan sebesar $3,8 miliar per tahun dengan rincian: $3,3 miliar sebagai hibah yang disebut Foreign Military Financing (FMF), selebihnya $500 juta merupakan Program kerja sama pertahanan rudal, termasuk Iron Dome.
Perlu ditegaskan bahwa MOU antara Amerika dan Israel tidak mengikat secara hukum, melainkan komitmen politik. Kongres harus mengesahkan anggarannya tiap tahun dan bisa menaikkan atau menurunkan jumlahnya.
Bantuan tersebut ditujukan 100% bantuan militer. Sementara bantuan ekonomi telah dihentikan total sejak 2007. Seluruh bantuan saat ini murni untuk sektor pertahanan. Hal yang semakin menguatkan keterlibatan Amerika dalam kekerasan militer dan genosida di Palestina, khusus dalam dua tahun lebih terakhir.
Hal lain adalah bahwa bantuan tersebut harus dibelanjakan di AS. Sekitar 74-75% dana FMF wajib dibelanjakan untuk peralatan, jasa, dan pelatihan pertahanan dari perusahaan AS. Maknanya Amerika juga mengail keuntungan di balik hibah ini.
Pembelian langsung Israel dihapus bertahap. Saat ini Israel masih boleh memakai ∼25% dana FMF untuk industri pertahanannya sendiri. Kuota ini akan menjadi 0% pada tahun anggaran 2028.
Sejarah Singkat Bantuan Amerika
Sejak tahun 1951 total bantuan Amerika ke Israel sebesar $174 miliar, atau sekitar $298 miliar bila disesuaikan inflasi. Artinya rata-rata sejak 1985 sekitar $3 miliar/tahun.
Hal yang pasti adalah fakta tren naik. MOU 2009-2018 sebesar $3,1 miliar/tahun, kini naik menjadi $3,8 miliar/tahun pada MOU 2019-2028. Menunjukkan fakta jika bantuan ke Israel terus meningkat dari masa ke masa.
Perlu dicatat, $3,8 miliar ini hanya bantuan reguler. Kongres kerap meloloskan paket tambahan. Setelah 7 Oktober 2023, AS mengucurkan bantuan militer tambahan dalam jumlah besar. Pada anggaran tahun 2024, bantuan AS bahkan sempat menutupi lebih dari 1/3 total anggaran pertahanan Israel.
Perubahan Sikap Kongres: Pergeseran Bersejarah
Meski belum lolos menjadi undang-undang, kita menyaksikan “historic shifting” terjadi secara terbuka di Kongres Amerika. Untuk pertama kalinya, 104 anggota Kongres secara terbuka mengusulkan agar bantuan $3,8 miliar ke Israel diubah. Sebagian meminta dikurangi, sebagian bahkan mengusulkan dihapus total.
Ini sesuatu yang luar biasa dan bersejarah. Dua-tiga tahun lalu, sikap menolak bantuan ini nyaris tak terbayangkan. Ia dianggap pelanggaran norma politik, bahkan dicap “anti-Amerika.” Anggota Kongres Cori Bush dari Missouri pernah dikecam keras (censored) dan diancam pemecatan hanya karena mengkritik bantuan tersebut.
Namun kini angin perubahan telah mulai berhembus. Dalam voting terakhir, 104 anggota justru mendukung revisi terhadap bantuan yang selama ini berjalan “otomatis” tanpa syarat berarti. Ini sinyal bahwa perdebatan tentang Israel tidak lagi tabu di ruang publik Amerika.
Penutup
Data menunjukkan bantuan AS ke Israel terus naik dan menjadi tulang punggung militer Israel. Namun dinamika politik dalam negeri (domestic) AS juga mulai bergeser. Suara kritis yang dulu dibungkam kini mendapat tempat di Kongres.
Perubahan ini tidak terjadi dalam semalam, dan belum tentu mengubah kebijakan dalam waktu dekat. Tapi satu hal jelas: diskusi yang dulu mustahil kini nyata. Dan sejarah membuktikan, perubahan besar selalu dimulai dari keberanian untuk bersuara. Jangan pernah diam menyuarakan pembelaan kepada kebenaran dan keadilan.
InsyaAllah, perubahan itu nyata! (*)
*Diaspora Indonesia di Kota New York








