Bea Cukai Juanda Musnahkan 84 Handphone dan Jutaan Rokok Ilegal

oleh


SIDOARJO|DutaIndonesia.com –  Pandemi COVID-19 tidak menyurutkan semangat Bea Cukai Juanda untuk melaksanakan tugas pengawasan kepabeanan dan cukai dalam rangka mengamankan hak-hak keuangan negara. 

Untuk itu Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Juanda telah membongkar penyelundupan barang-barang ilegal antara lain dari luar negeri.

Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jatim 1, Padmoyo Tri Wikanto, mengatakan, setidaknya terdapat 84 handphone atau ponsel merek iPhone dan satu juta batang rokok ilegal yang berhasil disita dan dimusnahkan. Pemusnahan secara simbolis  dilakukan di kantor DJBC Jawa Timur I di Jalan Juanda Sidoarjo.

“Handphone sejumlah 84 unit ini berasal dari tegahan barang bawaan penumpang dari 10 penindakan barang penumpang yang berasal dari luar daerah pabean, yaitu Singapura dan Hongkong,” kata Padmoyo saat rilis pemusnahan barang ilegal itu, Kamis (18/11/2021).

Sejumlah 84 buah handphone itu merupakan bawaan penumpang dari Singapura dan Hongkong. Total perkiraan nilai barang ini sebesar Rp 1.047.150.000.

Selain itu Barang Kena Cukai berupa Hasil Tembakau jenis Sigaret  tanpa dilekati pita cukai sejumlah 1.322.980  batang.

Hal ini  berasal dari penindakan yang menghasilkan sebanyak 451 SBP (periode Bulan April s.d September 2021) atas barang kiriman melalui jasa titipan dengan total perkiraan nilai sebesar Rp 1.349.439.600 dan total perkiraan kerugian negara sebesar  Rp887.049.000  dengan rincian:

Cukai sebesar Rp 694.570.000;PPN sebesar Rp 123.022.000;Pajak Rokok sebesar Rp 69.457.000.

Menindaklanjuti hasil penindakan ini, Bea Cukai Juanda menggandeng Perusahaan Pengolahan Limbah Organik dan Non Organik PT Hijau Alam Nusantara yang berlokasi di Desa Ngoro Kabupaten Mojokerto untuk melakukan pemusnahan atas barang-barang tersebut.

Pemusnahan dilakukan  PT Hijau Alam Nusantara menurut prosedur yang tepat sesuai jenis barangnya. Begitu pula  terhadap limbah sisa pemusnahan dapat diproses sesuai prosedur dan tidak merusak lingkungan.

Kronologi Penindakan

Sementara itu Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Juanda, Himawan Indarjono menjelaskan kronologi penindakan terhadap barang berupa handphone dilakukan pada bulan September dan Oktober 2019 di Bandara Internasional Juanda Surabaya. Hal ini dilakukan  10 kali SBP/penindakan atas 11 penumpang pesawat yang berasal dari Singapura dan Hongkong melalui jalur pemeriksaan Bea dan Cukai yang melebihi batas ketentuan.

Selanjutnya dari hasil pemeriksaan ditemukan barang berupa handphone yang tidak diberitahukan kepada petugas Bea dan Cukai oleh penumpang tersebut.

Sementara penindakan terhadap Hasil Tembakau yang tidak dilekati pita cukaidilakukan pada periode April 2021 s.d September 2021.  Patroli oleh petugas Bea Cukai Juanda menghasilkan 451 SBP Barang Kena Cukai berupa Hasil Tembakau tanpa dilekati pita cukai yang dikirim melalui perusahaan jasa titipan.

Petugas  melakukan pemeriksaan mendalam disaksikan oleh Perusahaan Jasa Titipan. Berdasarkan hasil penelitian, pengirim barang dan alamatnya yang tercantum pada barang kiriman tidak dapat diketahui. 

Sebagai tindakan pencegahan, selanjutnya Bea Cukai Juanda juga telah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada perusahaan-perusahaan jasa titipan agar bersama-sama mencegah terjadinya peredaran BKC illegal.

Ketentuan-ketentuan terkait pelanggaran yang dilakukan, antara lain sebagai berikut: 

Terkait Handphone, melanggar Undang-undang  Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan  atas Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 178/PMK.04/2019 Tentang Penyelesaian Terhadap Barang Yang Dinyatakan Tidak Dikuasai, Barang Yang Dikuasai Negara dan Barang Yang Menjadi Milik Negara.

Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 82/M-DAG/PER/12/2012 sebagaimana terakhir kali diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 41/M-DAG/PER/5/2016.

Peraturan Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2018 tentang Ketentuan Operasional Sertifikasi Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi.

Terkait  Hasil Tembakau jenis Sigaret tanpa dilekati pita cukai, melanggar Undang-undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan  atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai,Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK.04/2014 tentang Tata Cara Penyelesaian Barang Kena Cukai Dan Barang-Barang Lain Yang Dirampas Untuk Negara Atau Yang Dikuasai.

Barang-barang hasil penindakan berupa handphone dan rokok tanpa dilekati pita cukai tersebut, telah ditetapkan sebagai Barang Milik Negara dan telah ditetapkan peruntukannya oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara atas nama Menteri Keuangan untuk dilakukan pemusnahan. (win)

No More Posts Available.

No more pages to load.