SURABAYA | DutaIndonesia.com –Setiap kebaikan dan keburukan amal manusia, meski sebesar biji zahra, akan dicatat oleh Allah melalui malaikat Rakib dan Atit.
Ini dikatakan Prof DR KH Asep Syaifuddin Chalim MA, pada para santrinya, saat Ngaji Kitab Kuning, Senin pagi tadi (19/10/2026). Yang jelas, setiap kebaikan akan dicatat, dan setiap keburukan amal, juga akan dicatat.
Namun secara teknis, niat baik, lalu dilaksanakan, maka ia akan mendapatkan pahala kebaikan hingga 10 kali lipat – hingga 700 kali lipat.
Sebaliknya, bila seseorang memiliki niat buruk, kemudian ia melaksanakan, maka baginya dicatat 1 keburukan (satu dosa).
Lalu bagaimana dengan yang berniat melakukan satu amal kebaikan namun ternyata tidak jadi dilakukan karena adanya halangan? Bagi yang demikian itu, maka Allah akan mencatat baginya satu kebaikan yang sempurna di sisi-Nya.
Sebaliknya, bagi kaum mukmin yang berniat melakukan keburukan (maksiat), namun ia batalkan untuk melakukannya, maka baginya dicatat sebagai 1 kebaikan yang sempurna.
Namun hal itu bila pembatalan niat buruknya itu karena takut kepada Allah.
“Wow …. Begitu besar Rahman dan Rahim Allah pada hambanya.” Kata salah seorang santriwati.
Berdasarkan dalil-dalil dari hadits Rasulullah SAW, berikut dijelaskan Kiai Asep tentang amalan-amalan yang paling berat timbangannya di mizan (timbangan amal): “Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat daripada akhlak yang baik”. (HR. At-Tirmidzi dan Dawud).
Pada kesempatan tersebut, Kiai Asep juga mengingatkan kepada para santrinya, agar mengamalkan wirid, terutama Kalimat Tauhid (La ilaha illallah). Dijelaskan Kiai bahwa kalimat ini sangat ringan diucapkan, namun sangat berat dalam timbangan. Bahkan dapat mengalahkan 99 catatan dosa (bitaqah) atau lebih berat dari langit dan bumi beserta isinya.
Di samping itu, kalimat “Subhanallah wa bihamdihi, subhanallahil ‘azim” juga sangat dicintai Allah. (Moch Nurudiin)












