MOJOKERTO| DutaIndonesia.com – Cawapres Gibran Rakabuming Raka mengawali kegiatannya di Jawa Timur dengan mengunjungi Ponpes Amanatul Ummah, Mojokerto, Jumat (24/11/2023). Gibran melakukan pertemuan tertutup dengan pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Prof KH Asep Saifuddin Chalim MA lalu salat Jumat berjamaah di Masjid Akbar KH Abdul Chalim dan memberi sambutan dalam dialog kebangsaan.
Gibran tiba di Ponpes Amanatul Ummah, Desa Kembangbelor, Pacet, Mojokerto sekitar pukul 11.00 WIB. Kedatangan Cawapres pasangan Prabowo Subianto ini disambut Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, yang juga jubirnya, di kediaman pengasuh pesantren tersebut.
Setelah menyapa para santri, putra sulung Presiden Jokowi itu menuju ke kediaman pribadi Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim.
Selain disambut Kiai Asep, Gibran juga disambut Wabup Mojokerto Muhammad Al Barraa yang juga putra Kiai Asep.
Pertemuan Gibran, Emil dan Kiai Asep sekeluarga berlangsung tertutup. Selama di Ponpes Amanatul Ummah, Gibran menunaikan salat Jumat di masjid pesantren. Cawapres nomor urut 2 ini juga memberikan sambutan usai salat Jumat.
Selanjutnya, Gibran juga akan menyampaikan sambutan dalam dialog kebangsaan di lapangan Ponpes Amanatul Ummah. Dalam kesempatan itu ribuan santri dan Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim berdoa untuk Gibran. Menurut Kiai Asep, doa tersebut sesuai permintaan Gibran.
Doa dilantunkan Kiai Asep setelah salat Jumat di Masjid Akbar KH Abdul Chalim PP Amanatul Ummah, Desa Kembangbelor, Pacet, Mojokerto. Ribuan santri laki-laki dan perempuan yang memenuhi masjid, ikut mengamini semua doa tersebut.
“Marilah kita beroda sesuai doa yang diminta Mas Gibran,” kata Kiai Asep.
Dalam doanya, Kiai Asep meminta kepada Allah SWT agar mengabulkan cita-cita Gibran. Ia juga meminta kepada Allah SWT agar Gibran dimudahkan segala urusannya.
“Allahumma Ya Allah, penuhi Mas Gibran hajat-hajatnya dan kabulkan doa-doanya. Jauhkanlah Mas Gibran dari rasa susah, kekhawatiran-kekhawatiran, dari kata tidak bisa memenuhi tanggungjawabnya, dari kata tidak bisa mewujudkan cita-citanya,” katanya.
Sedangkan dalam khotbah Jumatnya, Kiai Asep lebih banyak memotivasi para santri Ponpes Amanatul Ummah. Menurutnya, usia anak-anak merupakan potensi luar biasa karena fase perkembangan kecerdasan. Ia lantas membekali para santri agar menjadi pemimpin Indonesia di masa depan.
Bekal tersebut meliputi ilmu dan ketakwaan kepada Allah SWT. Ia meminta para santri juga mewarnai masyarakatnya dengan ilmu dan ketakwaan. Agar Indonesia menjadi negara yang maju, adil, dan makmur.
“Karena ilmu bisa menyampaikan kalian kepada harapan, baik urusan dunia maupun akhirat. Karena dengan ketakwaan kalian akan terus berkembang, kesulitan-kesulitan senantiasa mendapatkan jalan keluar, dimudahkan segala urusan, dan mendapatkan limpahan rezeki,” jelasnya.
Usai menunaikan salat Jumat, Gibran dan Kiai Asep menuju ke tenda di lapangan Ponpes Amanatul Ummah untuk mengukuti silaturahmi dan dialog kebangsaan sekitar pukul 12.15 WIB. Dialog kebangsaan ini juga dihadiri Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak dan Wabup Mojokerto sekaligus putra Kiai Asep, Muhammad Al Barraa atau Gus Bara.
Dalam dialog kebangsaan ini, Gibran memilih menjadi pendengar. Ia berjanji segala saran yang disampaikan para ulama di forum ini akan dijadikan bahan yang akan diolah dalam visi dan misi pasangan Prabowo-Gibran.
“Silakan bertukar pikiran, memberi masukan. Saya ingin dapat masukan yang bisa menambah pengayaan di visi-misi kami. Karena visi-misi kami fokus penyiapan generasi menuju Indonesia emas,” tandasnya.
Selanjutnya sekitar pukul 13.00 WIB, Gibran menuju kediaman Kiai Asep untuk makan siang. Sekitar pukul 13.18 WIB, putra sulung Presiden Joko Widodo ini bertolak dari Ponpes Amanatul Ummah.
Dana Abadi Pesantren
Sebelumnya, dalam sambutannya setelah salat Jumat, Gibran berpesan agar para santri juga menjadi revolusi industri 5.0.
Dia mengawali sambutannya dengan lebih dulu meminta para santri merapat ke arah mimbar khatib.
“Terima kasih sudah diizinkan mampir ke pondok, silaturahmi dengan para kiai, dengan para ulama dan adik-adik santri,” kata Gibran.
Dalam sambutannya, Cawapres pasangan Prabowo Subianto ini menyinggung tentang dana abadi pesantren. “Awal-awal deklarasi saya menyampaikan dana abadi pesantren. Ini kan sudah ada undang-undangnya. Mohon nanti Pak Kiai (Asep) dan para tokoh agama bisa mengawal agar program ini benar-benar bisa terealisasi,” terangnya.
Selain dana abadi pesantren, lanjut Gibran, pihaknya sudah menyiapkan beberapa program untuk santri. Menurutnya, di era revolusi industri 5.0, ia berharap para santri juga mampu menjadi santri 5.0.
“Kalau sekarang kan era revolusi industri 5.0, ini santrinya harus 5.0 juga. Kalau santri kan pasti pintar ngaji, pintar dakwah. Kami ingin santri juga bisa menjawab tantangan zaman,” jelasnya.
Gibran menjelaskan beberapa kemampuan yang harus dimiliki santri 5.0 untuk menjawab tantangan kemajuan zaman. Yakni santri harus mengerti programing, coding, dakwahnya menggunakan alat-alat teknologi, digitalisasi, serta marketing online.
“Atau mungkin di beberapa pondok santri diarahkan menjadi petani yang manfaatkan AI, manfaatkan mesin. Harapan kami ke depan santri bisa mengikuti perkembangan zaman, menjawab tantangan zaman. Kalau kita ingin menuju Indonesia emas, kita juga harus menyiapkan generasi emas,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Gibran berpesan agar para santri selalu rajin mengaji dan taat terhadap kiai. “Kami tak akan melupakan santri. Ngaji sing sregep, nurut sama kiai (Mengajilah yang rajin, taat dengan kiai),” tandasnya. (din/det/wis)














