Diplomasi Tempe Ala Diplomat Asal Tempeh Lumajang di New York:  Dan Bule-bule Pun Cinta Braissed Tempeh hingga Sandwich Tempe

oleh

Konsulat Jenderal RI di New York, Amerika Serikat, gencar mempromosikan tempe di kota dunia itu sebagai bagian dari diplomasi. Kali ini berkolaborasi dengan Women’s Entrepreneurship Day Organization (WEDO) dan BOStempeh.  Warga Kota New York pun antusias menikmati menu berbahan dasar tempe dalam acara Tempeh Goes to New York yang digelar Konjen RI di New York Dr Arifi Saiman MA ini.  

Oleh Gatot Susanto

KONSUL Jenderal RI di New York, Dr Arifi Saiman MA,  kepada DutaIndonesia.com dan Global News, Rabu (1/6/2022), mengaku menggencarkan promosi tempe di Amerika untuk diplomasi mengenalkan produk kuliner asal Indonesia kepada publik Amerika.  Salah satunya dengan menggelar acara Tempeh Goes to New York di Ruang Pancasila, KJRI New York, pada 20 Mei 2021 lalu.  Tempe yang menjadi bahan dasar menu kuliner yang disuguhkan untuk para undangan bukan didatangkan dari Indonesia, tapi merupakan produksi New York sendiri.

“Tempe di New York ini produksi New York,” kata diplomat asal Tempeh, Lumajang, Jatim ini. Ada yang menanyakan, mengapa KJRI tidak menyertakan tahu dalam acara promosi produk Indonesia tersebut. Untuk itu, Arifi Saiman menegaskan, bahwa tahu lebih dulu terkenal ketimbang tempe di negeri Paman Sam. Lebih dari itu, meski sering disebut bersama tempe, tahu bukan asli Indonesia.  “Kalau tahu itu dari China dan sudah lebih dikenal daripada tempe,” ujarnya.

Di wilayah kerja KJRI New York terdapat satu pabrik tempe yang lokasinya di New Hampshire. Namun demikian, ada pula beberapa perajin tempe (home industry) milik diaspora Indonesia. 

“Untuk menduniakan tempe, perlu promosi gencar antara lain dengan memperkenalkan tempe sebagai makanan sehat berbasis bahan nabati serta memperkenalkan melalui menu kreasi berbahan dasar tempe,” kata suami Endang Arifi ini.

Selain itu, KJRI juga menggandeng mitra lain untuk event Tempeh Goes to New York. Kali ini berkolaborasi dengan Women’s Entrepreneurship Day Organization (WEDO).

“Kolaborasi ini akan meningkatkan pengetahuan, pengalaman dan keahlian serta mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan,”  katanya.

Dalam acara itu para undangan disuguhi pertunjukan seni dan sajian kudapan tradisional berbahan dasar tempe seperti tempe bacem, kering tempe, dan tempe kari. 

“Betul, acara Tempeh Goes To New York menyuguhkan sajian menu tempe seperti braissed tempeh (tempe bacem), crispy tempeh with peanut (kering tempe), curry tempeh (kari tempe), dan tempeh sandwich (sandwich tempe). Respon warga AS yang hadir sangat positif,” kata Arifi Saiman.

Perwakilan BOStempeh, Meylia Kurnianto, dalam acara itu memaparkan secara singkat mengenai manfaat tempe sebagai makanan yang sehat, berkelanjutan, dan terjangkau, serta tinggi kalori dan rendah sodium. 

Selain itu tempe juga lezat rasanya.

 “Tempe…we Love it!,” kata seorang bule sambil menikmati menu berbahan dasar tempe, seperti dilihat dalam video yang diunggah di akun instagram Arifi Saiman, Rabu kemarin. 

Sementara itu, perwakilan WEDO, Wendy Diamond, menyampaikan apresiasi kepada KJRI New York atas kemitraan yang terjalin.  Menurut dia, peserta yang hadir dapat mengenal budaya dan potensi bisnis Indonesia lebih dalam. Sejumlah kesenian seperti tarian Glipang  dari Indonesian Cultural Club (ICC) Delaware, pengenalan baju tradisional dari berbagai daerah Indonesia juga turut ditampilkan.

Fasilitasi Asosiasi

Selain mempromosikan tempe, KJRI New York juga sudah memfasilitasi pembentukan Asosiasi Pengrajin Tempe wilayah Pantai Timur Amerika Serikat (East Coast Tempeh Makers Association/ECTMA). Pembentukan asosiasi ini beranggotakan para perajin tempe baik yang berskala industri rumahan (home industry) maupun industri pabrikan. 

Selain beranggotakan para perajin tempe, asosiasi ini juga memasukkan beberapa anggota kehormatan antara lain yang berlatar belakang profesi Chef. Asosiasi tersebut dibentuk dengan tujuan untuk memayungi warga masyarakat diaspora Indonesia yang memiliki keahlian/keterampilan dalam pembuatan produk makanan tempe di wilayah kerja KJRI New York yang mencakup 15 negara bagian di wilayah Pantai Timur AS yang terbentang mulai dari Maine di bagian utara hingga South Carolina di bagian selatan. 

“Keberadaan asosiasi wilayah Pantai Timur AS ini juga bertujuan untuk menjadi forum bagi para anggotanya untuk saling bertukar pikiran dan pengalaman di bidang pembuatan tempe berkualitas sesuai ketentuan peraturan dan standar kesehatan AS sekaligus berbagi kiat di bidang promosi dan pemasaran produk tempe khususnya untuk tujuan groceries dan vegan stores di wilayah Pantai Timur Amerika Serikat,”  demikian pernyataan KJRI New York. 

Sejauh ini produk tempe warga diaspora Indonesia sudah berhasil dipasarkan di lingkungan groceries baik local groceries (hypermarket) maupun groceries milik warga diaspora Indonesia. 

Melalui Asosiasi Pengrajin Tempe wilayah Pantai Timur AS ini pemasaran produk tempe Indonesia di wilayah KJRI New York ditargetkan dapat menembus groceries besar setempat dan vegan stores yang selama ini lebih didominasi oleh produk tempe lokal produksi pabrikan besar seperti perusahaan plant-based Lightlife yang telah beroperasi sejak tahun 1970 dan menguasai 90% pangsa pasar tempe AS. (*) 

No More Posts Available.

No more pages to load.