Dirjen Dukcapil Wacanakan Siskamling Kekinian

oleh
Ketua RW 02 Suparmi sedang menjelaskan Siskamling di wilayah RW 02 kepada Dirjen Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi (dua dari kiri) didampingi Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Eddy Christijanto (kiri), dan Camat Gubeng Eko Kurniawan Purnomo (dua dari kanan) dalam pertemuan Kamis (11/9/2025) malam.
Ketua RW 02 Suparmi sedang menjelaskan Siskamling di wilayah RW 02 kepada Dirjen Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi (dua dari kiri) didampingi Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Eddy Christijanto (kiri), dan Camat Gubeng Eko Kurniawan Purnomo (dua dari kanan) dalam pertemuan Kamis (11/9/2025) malam.

 

SURABAYA| DutaIndonesia.com – Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipi (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi mewacanakan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) kekinian. Wacana itu disampaikan saat memantau pelaksanaan pengamanan oleh warga di lingkungan RW 02 Kelurahan Kertajaya, Kamis (11/9/2025).

“Kalau bicara Siskamling itu, jangan dikonotasikan seperti siskamling zaman dulu ada kentongan, sekarang harus beda,” ujarnya pada warga yang mengikuti kegiatan tersebut.

Penguatan kembali Siskamling ini muncul pasca rusuh yang sempat melanda beberapa kota di Indonesia termasuk Surabaya akhir Agustus lalu.

Teguh menyebut, Kemendagri sedang mereview lagi bagaimana Siskamling yang kekinian yang sesuai dengan situasi dan kondisi sekarang. “Untuk meningkatkan pengamanan ini, Pak Tito (Mendagri Tito Karnavian) sedang mereview lagi. Jadi supaya ada semacam penguatan regulasi aturan terkait Siskamling,” terangnya dalam kegiatan yang dihadiri Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Eddy Christijanto, Camat Gubeng Eko Kurniawan Purnomo, dan Lurah Kertajaya Kartika Prabaningrum.

Menjawab pertanyaan Dirjen, Ketua RW 02, Suparmi mengungkap di masing-masing RT di lingkungan RW 02 sudah memiliki pos kamling sendiri-sendiri. “Untuk hari biasa memang ada petugas keamanannya, tapi saat weekend Sabtu atau Minggu warga bergantian ikut jaga,” ujar Bunda Mamik, sapaan akrabnya.

Selain masalah kebersamaan dalam menjaga keamanan lingkungan Ketua RW 02 itu juga memamerkan kegiatan yang ada di balai RW dan bermanfaat untuk warga, dari puskesmas pembantu (Pustu), Ngaji Bareng, Pusat Pembelajaran Keluarga, Sinau Bareng, senam, beladiri, dan jumantik.

Keterlibatan warga dalam ikut menjaga lingkungan ini mendapat apresiasi Dirjen. “Dengan begitu warga tidak lepas tangan. Saya juga berharap yang ikut berjaga itu bukan yang sepuh-sepuh saja, tapi yang muda hendaknya juga mulai dilibatkan. Kan ada karang taruna itu. Jadi ada ‘mabar’, yaitu main bareng antara yang muda dengan yang tua,” ujarnya.

Dan kalaupun sudah ada petugas sekuriti dan warga yang bergantian ikut jaga di saat weekend, Teguh mengingatkan perlunya memikirkan bagaimana cara meningkatkan pengamanan standar di wilayah tersebut.

Lebih lanjut Teguh mengatakan, dari pertemuannya dengan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil E. Dardak, Kamis siang, dia mendapat gambaran di Jatim terdapat 145.020 pos kamling dan 8.400 pos linmas (perlindungan masyarakat). “Ini artinya hampir semua RT di Jatim punya pos kamling, hampir semua RW di Jatim punya pos linmas,” tambahnya.

Pada kesempatan itu Dirjen Teguh mengungkap yang penting dalam siskamling itu kompak, “Ayu Tingting makan opak, yang penting kita kompak” dan “Ayu Tingting anaknya satu, yang penting kita bersatu” yang disambut gelak dan tepuk tangan warga. (ret)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.