Hingga kini Unira memiliki sekitar 4.000 mahasiswa, dari jumlah itu sekitar 1.000 diantaranya adalah mahasiswa penerima beasiswa dengan segala macam jenis beasiswa termasuk di dalammya beasiswa bidik misi yang menjadi komponen terbesar beasiswa di Unira.
“Mahasiswa kita tiga ribu lebih, dengan yang baru insya Allah ada empat ribuan, jadi dari jumlah mahasiwa sekitar hampir 1.000 kita dapat beasiswa termasuk bidik misi, komponen terbesar beasiswa memang bidikmisi, tapi ada beasiswa lainnya dari pihak lain,” ungkapnya.
Kini Unira, lanjut Faisal, juga mendapat beberapa hibah dan menjadi satu satunya PTS yang mendapat hibah di Madura, berupa hibah kurikulum merdeka belajar, sebagai program unggulan kampus merdeka dari Kemendikbud.
“Insya Allah bulan depan kita akan kedatangan 19 mahasiswa dari luar Jawa, jadi pertukaran mahasiswa itu disini, kalau dulu pertukaran mahasiswa kita selain nasional juga tingkat Asean yang kini kita hentikan dulu sementara karena pandemic, “ ungkapnya.
“Insya Allah ini sudah jalan, September nanti kita akan kedatangan 19 mahasiswa, 19 mahasiwa kita juga akan ke berbagai wilayah Indonesia mensukseskan program kampus merdeka itu,” tambahnya.
Memimpin Unira saat ini, kata dia, cukup berat, persaingan dan tantangan makin berat, regulasi semakin ketat. Karena itu PTS (perguruan tinggi swasta) harus bertahan, jangan tidur.
Soal prestasi Unira dia mengaku telah banyak diraih ditingkat nasional dari PKIP Unira telah berhasil menjadi juara dalam lomba penulisan karya ilmiah, juga ada prestasi bidang olahraga.
“Cuma memang dimasa pandemic ini kegiatan dibatasi, jadi sangat sedikit kompetisi yang kita ikuti di nasional setahun ini karena pandemic. Beberapa prestasi kita menurun karena tidak ada event,” pungkasnya. (mas)














