
Terobosan yang dilakukan antara lain SPOT SMART (pendaftaran melalui online), hingga LANCAR SENJA (layanan untuk penyakit jantung). Terkait dengan pengembangan layanan baru, Farid mengaku di RSUD Smart ini dilakukan dengan mengembangkan layanan yang sudah ada. Misalnya, sebelumnya punya spesialis urologi, kini dikembangkan dengan operasi tanpa sayatan. Artinya pengembangan dilakukan dengan pengembangan dokter spesialis yang ada.
Harapannya dalam waktu dekat RSUD Smart punya dokter spesialis jantung dengan pemasangan kateterisasi jantung.
Selain itu juga akan dikembangkan bedah saraf. Dia melihat pola pelayanan yang baik adalah bagaimana memotong mata rantai panjang pelayanan masyarakat. Kalau sebelumnya orang mau cuci darah harus ke Surabaya, kini sudah bisa dilakukan di Pamekasan.
Apa ada kendala selama memimpin rumah sakit ini? Dia bilang rumah sakit ini tersistem. Ada pelayanan, ada pengaduan masyarakat, ada perbaikan. Kalau awal memimpin diakuinya banyak pengaduan, namun belakangan sudah tidak ada.
“Sebelum saya di sini satu bulan bisa 16 hingga 20 pengaduan. Dilihat respon masyarakat pengaduannya di mana kita selesaikan,” ungkapnya.
Yang tak kalah pentingnya RSUD Smart kini juga melakukan survey tingkat kepuasan masyarakat bekerjasama dengan pihak ketiga. Kepuasan itu dinamis, harus meningkat dan termasuk persepsi masyarakat. Dengan survey diketahui pengaduan masyarakat itu apa memakai data atau cuma asumsi.
Terkait Covid 19, Farid menegaskan di RSUD Smart telah terbentuk tim Covid-19. Mereka bekerja profesional berdasarkan data. Data harian, berapa okupansi tempat tidur, berapa pasien, dan standarnya, semua mengacu pada standar WHO. Tim bekerja profesional antisipatif, mempersiapkan segala sesuatunya.
Dia menyarankan agar masyarakat berhati-hati dengan Covid-19 ini. Karena dilihat dari kasus terakhir yang meninggal tidak sampai 24 jam dirawat di rumah sakit. Bahkan kadang baru masuk dirawat inap dua jam meninggal dunia atau meninggal di UGD.
“Saya tidak tahu apakah karena varian baru atau karena telat. Masyarakat harus yakin Covid-19 itu benar-benar ada, kuncinya prokes 5 M,” tegasnya.
Dalam melaksanakan tugas, Farid mengaku mendapat support dari Bupati Baddrut Tamam. Karena sejatinya rumah sakit menjalankan visi dan misi, mendukung program Bupati. Misalnya meningkatkan SDM yang unggul, yakni memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkesinambungan sesuai dengan visi dan misi Bupati.









