Dua Bos Investasi Bodong DNA Pro Ditangkap, Rizky Billar dan Lesti Kejora Ikut Terseret?

oleh
Pasangan Rizky Billar dan Lesti Kejora pernah mendapat uang sekoper dari co-founder DNA Pro. (Foto: dok. Instagram Rizky Billlar)

JAKARTA|DutaIndonesia.com – Aparat Bareskrim Polri menangkap dua orang tersangka kasus robot trading DNA Pro. Dua tersangka itu Founder Tim Octopus, Jerry Gunandar, dan Co-Founder Tim Octopus, Stefanus Richard. Sebanyak sembilan orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Selain itu, sejumlah public figur juga terseret masalah tersebut seperti kasus-kasus serupa sebelumnya.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Whisnu Hermawan, kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (9/4/2022), mengatakan, kedua orang itu ditangkap pada 8-9 April 2022. Seperti kasus-kasus sebelumnya, tersangka juga mempunyai omzet sangat besar dari para downlinenya. Dua orang tersangka ini memiliki omzet sebesar lebih dari USD 22.000.000. “Sekitar Rp 330 miliar,” katanya.

Whisnu mengatakan tim penyidik telah melakukan pengembangan kasus robot trading DNA Pro usai menangkap Co-Founder Tin Rudutz, Rovvy Setiadi, yang juga berstatus tersangka. Dari hasil interogasi, penyidik mendapatkan petunjuk keberadaan Jerry dan Stefanus. “Penyidik mendapatkan petunjuk mengenai keberadaan Jerry Gunandar dan Stefanus Richard,” katanya seperti dikutip dari detik.com.

Whisnu mengatakan kedua DPO itu ditangkap di sebuah hotel bintang lima di kawasan Jakarta Selatan (Jaksel) pada Jumat (8/4) pukul 22.30 WIB. Keduanya kemudian dibawa ke Bareskrim Polri.

“Tim penyidik berhasil mendapatkan lokasi tempat persembunyian Jerry Gunandar dan Stefanus Richard yang berada di salah satu hotel berbintang lima Jakarta Selatan dan langsung melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka, kemudian dibawa ke kantor untuk dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Whisnu mengatakan penyidik akan melakukan pelacakan aset yang dimiliki para tersangka. Saat ini keduanya telah ditahan. “Penyidik melakukan penahanan terhadap tersangka Jerry Gunandar dan tersangka Stefanus Richard. Penyidik akan mengembangkan terus kepada para tersangka lainnya dan bersama-sama PPATK melakukan tracing asset,” katanya.

Sebelumnya, Bareskim Polri menetapkan sembilan orang sebagai tersangka. Dari sembilan itu, lima orang di antaranya merupakan DPO. “Ada empat tersangka kami tangkap yakni ada R, RS, Y, dan F. Kami dalami, yang mudah-mudahan dalam waktu dekat kami ungkap dan tangkap pelakunya,” ujar Whisnu.

Polisi mengatakan sejumlah public figure nantinya akan diperiksa untuk kepentingan penyidikan di kasus ini. Namun belum diketahui siapa saja publik figure yang dimaksud. Ada kabar Rizky Billar dan Lesti Kejora terseret lagi masalah terkait investasi bodong. Kali ini, namanya terseret kasus DNA Pro karena uang sekoper.
Lesti Kejora dan Rizky Billar ikut disebut lantaran pernah mendapat hadiah untuk baby L berupa uang sekoper dari co-funder DNA Pro, Steven Richard. Nantinya beberapa selebriti juga akan diperiksa terkait DNA Pro. Rizky Billar diduga pernah mempromosikan DNA Pro.

“Yang terkait DNA Pro perlu disampaikan kepada teman-teman ya bahwa memang ada beberapa public figure yang nantinya dijadwalkan oleh penyidik untuk dimintai keterangan. Namun, proses ini teman-teman penyidik sedang melakukan pemeriksaan yang sudah ada dulu. Di sini ada beberapa public figure yang akan dimintai keterangan. Minggu depan di sini,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko di Bareskrim, kemarin.

Namun Kombes Gatot Repli Handoko belum bisa menjabarkan siapa public figure tersebut. Namun, Gatot mengimbau kepada public figure yang menerima hasil kejahatan platform DNA Pro akan dilakukan penyitaan. Ketika namanya terseret kasus DNA Pro karena pernah menerima uang sekoper dari co-founder DNA Pro, Rizky Billar mengaku sudah siap memberikan keterangan.

No More Posts Available.

No more pages to load.