MOJOKERTO| DutaIndonesia.com – Hari Rabu, 19 April 2023, kemarin menjadi hari-hari super sibuk bagi Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA (Kiai Asep) beserta jajarannya. Karena selain tetap melaksanakan jadwal istighatsah akbar dan buka puasa bersama ribuan masyarakat Mojokerto, malamnya juga datang rombongan Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Mojokerto, ke kediaman Kiai Asep untuk bersilaturahim.
“Alhamdulillah, kita semua masih dapat diberi umur panjang oleh Allah SWT, sehingga kita dapat beribadah di bulan suci Ramadhan yang penuh pahala ini. Terima kasih atas kedatangan para Forkopimda Kabupaten Mojokerto di Ponpes Amanatul Ummah. Kedatangan panjenengan di sini, akan dapat mempererat tali silaturahim di antara kita. Apalagi bersilaturahmi di bulan Ramadhan merupakan bagian dari ibadah yang pahalanya dilipatgandakan oleh Allah Swt,” ungkap Kiai Asep sapaan akrabnya saat memberikan sambutan dengan kedatangan Forkopimda di kediamannya Kompleks Ponpes Amanatul Ummah Pacet Mojokerto.
Kiai Asep juga menyampaikan, bahwa bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang paling dirindukan oleh umat muslim. Sebab, berbagai bentuk amal kebaikan akan dibalas dengan berkah pahala yang berlipat ganda. Salah satunya bersilaturahmi ini. Dengan bersilaturahmi dapat dimudahkan dalam mencari rezeki, dapat memperpanjang umur dan diberi kelimpahan kebaikan dan hidayah oleh Allah SWT. Di samping kehangatan dan kebarokahan saaat berbuka puasa bersama dan kekhusyukan puasa, bulan ini juga menjadi bulan yang penuh dengan kedamaian dan kebahagiaan.
Menjalin silaturahmi antar umat Islam sangat diwajibkan oleh Allah SWT. Keutamaan menjaga silaturahmi sangat bermanfaat bagi kehidupan dan kegiatan sehari-hari. Oleh sebab itu, silaturahmi yang baik harus selalu dijalin.
“Silaturahmi para Forkopimda ini, akan dapat menciptakan suatu hubungan yang baik. Silaturahmi juga dijadikan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Matur suwun kehadiran Pak Kapolres beserta semua jajarannya serta Ibu Bupati Mojokerto dan OPD lainnya, juga Danramil Pacet san Forkopimcam Kecamatan Pacet di tempat kami,” ungkap Kiai Asep.
Istighatsah Akbar
Sementara itu, ribuan masyarakat dari beberapa kecamatan di bawah koordinasi Bekisar, juga tetap melaksanakan istighatsah akbar dalam 3 sesi, yang dipimpin langsung oleh Kiai Asep. Acara tersebut dibagi dalam tiga sesi, karena keterbatasan tempat.
Selain itu, karena sisa bulan suci Ramadhan tinggal beberapa hari saja, sementara masyarakat yang belum bersilaturahim untuk istighatsah ke Kiai Asep masih banyak.
Istimewanya, meski ribuan orang beristighatsah di Masjid Kampus KH Abdul Chalim, IKHAC, Pacet, Mojokerto, namun berjalan dengan tertib dan lancar. Hal ini karena sistem dan panitia dari Bekisar, cukup tanggap. Dibantu juga oleh beberapa anggota Polsek dan Koramil setempat.
“Selain itu, alhamdulillah jamaah Bekisar, relatif sopan santun dan penurut, sehingga panitia mudah mengarahkan. Hal ini karena jamaah Bekisar, mayoritas dari para jamaah pengajian di desa-desa,” kata Choirul Amin, salah seorang koordinator Bekisar.
Sedang H. Shobirin, Pimpinan Bekisar pada kesempatan tersebut, tetap mengingatkan misi utama Bekisar adalah membela Kiai dan Santri. Khususnya Kiai Asep dan santrinya adalah para kadernya Kiai Asep.
Sehubungan dengan itu, Bekisar harus sejalan dengan cita-cita Kiai Asep untuk mewujudkan Kabupaten Mojokerto, maju – adil dan makmur. Dan itu harus diperjuangkan dengan menjadikan para kader Kiai Asep yang menjadi caleg agar terpilih menjadi anggota legislatif dan eksekutif di Kabupaten Mojokerto.
“Apakah saudara-saudara siap memenangkan Gus Habiburahman menjadi anggota DPR RI ?” dijawab spontan oleh anggota Bekisar, “Siap”.
Apakah siap menjadikan H Suwandi dan saya (H Shobirin) menjadi anggota DPRD Provinsi,” dijawab “Siap”.
Apakah siap menjadikan sebanyak-banyaknya kader Kiai menduduki kursi DPRD Kabupaten Mojokerto?” dijawab “Siap..!”
Apakah siap menjadikan Gus Barra menjadi Bupati pada 2024 nanti?” dijawab serempak “Siap…,”
Acara pun diakhiri dengan berbuka puasa bersama, sholat Maghrib berjamaah dan pulangnya mereka membawa oleh-oleh beras dan sekedar uang transpor.
Selain ribuan jamaah Bekisar dalam 3 sesi pertemuan dan kunjungan Forkopimda, juga ada para pejuang Harimau Mojopahit Nusantara (HMN) yang memenuhi aula Guest House, Kampus IKHAC, Mojokerto. (Moch. Nuruddin)














