Gelar Halal Bihalal, Ranting NU Ampang Undang Habib Ali Baqir al-Saqqaf

oleh


KUALA LUMPUR|DutaIndonesia.com – Dalam rangka Halal Bihalal Idul Fitri Tahun 1443 H, Ranting NU  dan Ranting Muslimat  NU Ampang Malaysia mengundang salah seorang tokoh agama Indonesia, Habib Ali Baqir al-Saqqaf, sebagai penceramah. Beliau adalah Mahasiswa S3 UIA Gombak.

Dalam acara yang digelar di Dewan Ampang Campuran  Ahad (15/5/2022) kemarin, beliau mengajak para hadirin untuk memperbanyak syukur. Demikian, lanjutnya, karena sekarang masyarakat telah dikaruniai kesempatan untuk bisa mengadakan pertemuan tatap muka secara normal setelah dua tahun tidak bisa lantara Covid-19.

Cerita tentang kenapa Nabi  sebelum menjadi Rasulullah SAW disuruh mengembala kambing bukan hewan-hewan lain. Ternyata kambing adalah binatang yang susah diatur dan bodoh maka Nabi  sebelum menjadi Rosul terlebih dahulu mengembala kambing.

“Hidup kalau menyandarkan kepada Allah maka akan tenang. Perbanyak memberi, bukan meminta. Syukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada kita dari lahir sampai mati,” pesannya.

Secara khusus, ia mengajak para hadirin untuk memperbanyak membaca shalawat sebagai salah satu wujud cinta kepada Rasulullah SAW.

“Semakin kita sering menyebut namanya, semakin bertambah cinta kita kepada Rasulullah SAW. Pelajari dia. Cari tahu siapa dia. Bagaimana perilakunya, Semakin kita tahu, maka semakin cinta,” katanya.

Rozikin yang menjadi Ketua Panitia menandaskan bahwa momen Halal Bihalal ini juga merupakan satu bentuk kesyukuran atas berdirinya Ranting NU Ampang Malaysia.

Muttaqin yang menjabat Ketua Ranting NU Ampang juga menginformasikan Ranting akan membeli tanah untuk markas dengan kisaran harga sekitar RM 95.000 atau senilai Rp 309,446.000.

Turut memberikan sambutan dalam acara yang dihadiri sekitar 200  orang tersebut Erga Granelda, Atase Tenaga Kerja KBRI Indonesian di Kuala Lumpur. Beliau menyampaikan jaminan pelayanan untuk WNI di Malaysia akan menjadi lebih baik lagi.

“Tetap jaga ukhuwwah islamiyyah. Tetap jaga protokol kesehatan yang sudah ditetapkan walupun sudah jauh lebih baik dan longgar,” pesannya.

Turut hadir juga Rudy M, Ketua Tanfidziyyah PCI NU Malaysia, dan juga Drs Achmad Mu’idi yang merupakan pengerus Pertubuhan Nahdlatul Ulama Kuala Lumpur dan selangor Malaysia.

Acara yang menghabiskan dana sekitar rm 7.000 ataw rp 22, 801.000 ini berlangsung mulai dari pukul 21.00 dan berakhir pada 23.00 (Aziz/Mimin)

No More Posts Available.

No more pages to load.