Memanfaatkan Platform Digital
Semua aktivitas itu di-blow up agar dikenal masyarakat lebih luas lagi. Salah satunya masuk ranah media sosial (medsos) sebagai penyesuaian di era digitalisasi. Termasuk layanan pemesanan kopi yang kebanyakan melalui medsos. Maka, permintaan pun mengalir dari berbagai daerah di Tanah Air.
Kalau domestik lintas pulau, kami sudah sering melakukan pengiriman. Kalau ekspor belum, kecuali permintaan terbatas oleh para pekerja migran di luar negeri seperti di Hongkong hingga Mesir. Para pekerja migran Indonesia (PMI) menjadi agen kami di luar negeri untuk mempromosikan kopi dari lereng Gunung Kelud ini, kopi Laharpang. Permintaan dari luar negeri ini lumayan banyak. Kalau awal-awalnya dikirim dari Kediri, katanya.
Sistem yang diberlakukan di Laharpang adalah, kebun kopi milik anggota ditampung oleh kelompok yang mengelolanya. Selain itu, hasilnya diolah menjadi produk oleh kelompok. Begitu pula pemasarannya dilakukan kelompok dibantu warga.
“Kami punya marketplace sendiri berupa kedai Lamor Coffee. Hulu-hilirnya dikelola kelompok kami. Sehingga harapanya bisa sampai pada tujuan pemberdayaan yaitu kemandirian. Kami memang ingin kemandirian. Untuk itu monggo kunjungi media sosial kami bila ingin tahu lebih banyak lagi, Instagram@kopilaharpangkelud, @lamorcoffee, dan @saunglamorkelud, katanya.
Dia mengatakan, kerja keras warga juga mendapat dukungan dari Astra. Perusahaan otomotif ini menyalurkan CSR (Corporate Social Responsibility) -nya untuk membantu kelompok tani ini agar bisa berkembang. “Salah satunya Astra mensupport mesin roasting. Ini yang membuat kami bisa lebih banyak produksi, katanya.
Geliat petani kopi lereng Gunung Kelud pun mampu menggerakkan perekonomian warga. Selanjutnya juga meningkatkan taraf kesejahteraan warga. Indikasinya, kata Aynut, pasca erupsi Gunung Kelud pendapatan petani meningkat. Dulu rata-rata pendapatan per bulan 1.850.000 tapi sekarang menjadi 2.500.000, katanya.
Lalu apa yang membuat kopi Kelud disuka? Aynut Dhobit tidak menjawab pasti. Dia hanya meminta agar pecinta kopi mengunjungi langsung kedai Lamor Coffee di Kediri untuk membuktikan betapa khas aroma kopi Laharpang.
Waduh, kalau soal khas teste-nya saya tidak bisa menceritakan rasa khas kopi Laharpang. Silakan masyarakat mencoba langsung. Ya dengan menyeruput kopi langsung di kedai kami, katanya.
M. Fatoni, warga Jombang, pun merasakan rasa khas kopi Laharpang ini. Sebagai penggemar kopi, dia sering melakukan eksplorasi rasa kopi ke berbagai daerah. Dan kopi Laharpang, menurut dia, memiliki rasa khas. Kalau disebut ada rasa nangkanya, memang begitu. Tapi rasa kopinya lebih harum, katanya saat ditemui di lokasi. (*)











