
Terkait keberadaan Kampung Topeng, Khofifah menceritakan bahwa para penghuni Kampung Topeng dulunya hidup di jalanan dan tinggal di kampung kumuh atau di emperan toko dan jembatan. Bahkan masuk dalam kategori homeless society. Kemudian mereka disiapkan tempat tinggal, dan diberdayakan agar memperoleh kehidupan yang lebih baik.
“Mereka dulu kategori homeless society kemudian disiapkan tempat disini. Saya rasa proses untuk bisa membangun psycosocial therapy ini bagus di tempat seperti ini,” tuturnya.
Khofifah menambahkan, bahwa ia sudah tiga kali berkunjung ke Kampung Topeng. Dan kohesivitas sosial diantara warganya nampak atas kerja keras membangun kampungnya menjadi daya tarik wisata yang berdampak positif bagi keberlangsungan hidupnya. Yaitu eksistensi dari wisata Kampung Topeng itu sendiri.
“Memang kohesivitas sosialnya sudah terbangun, apalagi rata-rata mereka ini kan dulu hidupnya di jalan kemudian sekarang sudah banyak yang bekerja di sektor informal,” jelasnya.
Gubernur Jatim yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial RI ini meyakini usai pandemi nanti Kampung Topeng Malang akan dapat berkembang dan menjadi salah satu tujuan wisata edukatif yang ramah bagi anak-anak dan masyarakat. Apalagi, Kampung Topeng kaya dengan varian-varian topengnya.
“Saya rasa pendampingan yang jeli dan teliti dari pihak terkait akan sangat mendukung Kampung Topeng. Apalagi, dulu sudah dijadikan format di Kampung Topeng bahwa anak-anak bisa bikin topeng sendiri,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu penerima sembako, Siti penghuni Kampung Topeng mengaku bantuan yang diberikan Gubernur Khofifah sangat membantu dan berterimakasih atas bantuan yang sudah diberikan. (gas).













