Tren Positif
Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo yang hadir pada Pertemuan Tahunan dengan BI di Jakarta, dalam arahannya menyampaikan bahwa kinerja bagus perekonomian Indonesia di penghujung tahun 2021 terus mengalami tren positif. Tercatat terjadi kenaikan pada sektor konsumsi melalui Indeks Keyakinan Konsumen yang terlihat kembali normal seperti saat sebelum pandemi.
Di sektor produksi, purchasing indeks juga dinyatakan lebih tinggi sebelum pandemi yaitu 57,2%. Kemudian sektor retail dan sales indeks juga sudah mulai merangkak naik dan menguat seiring dengan pelonggaran mobilitas. Atas berbagai hal positif tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa ini merupakan hasil sinergitas yang baik anatara Pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.
“Kita patut berterima kasih, jajaran Bank Indonesia dan Pemerintah utamanya Kementerian Keuangan hingga OJK, komunikasinya sangat baik. Bisa saling mengisi hingga jika ada masalah kecil saja, langsung ketemu,” ungkap Presiden Jokowi.
Masih dalam kesempatan yang sama, Budi Hanoto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur juga menyatakan optimisme akan pertumbuhan ekonomi Jatim pada 2022 mendatang.
“Kami memperkirakan arah perekonomian Jawa Timur, untuk 2021 itu sekitar 3,2 persen sampai 4 persen. Namun di 2022, akan terus terakselerasi levelnya 5,0 sampai 5,8 persen, tapi arahnya 2022 akan naik,” ujarnya.
Optimisme akan kebangkitan ekonomi Jatim didukung oleh kondisi fundamental, yang utamanya ditopang oleh sektor pertanian serta kuatnya sektor industri yang menjadikan Jatim sebagai lead export manufaktur.
“Sumber driven (pendorong) dari ekonomi itu sendiri macem macem, dari sektoralnya ada tumbuhnya industri pengolahan atau manufaktur. Dimana Jawa Timur leading dari segi ekspor,” imbuhnya.














