Gubernur Khofifah dan Kepala Perwakilan BI Jatim Sepakat Kerjasama Percepat Pemulihan Ekonomi Jatim

oleh

Inovasi dan Sinergi

Kondisi ini diperkuat dengan inovasi dan sinergi berbagai pihak dalam menggali potensi yang ada, seperti penguatan kerjasama perdagangan antar daerah, digitalisasi perekonomian, peningkatan inklusivitas UMKM, serta pengembangan ekonomi syariah. 

Inovasi dan sinergi kebijakan tersebut telah mampu menjaga momentum kebangkitan ekonomi Jawa Timur di tahun 2021. Di tengah kebijakan pembatasan wilayah, pada triwulan III 2021 ekonomi Jawa Timur tetap mampu tumbuh positif sebesar 3,23% (yoy), lebih tinggi dari Jawa (3,03%, yoy). Sementara pada triwulan IV 2021 pemulihan ekonomi Jatim diperkirakan terus berlanjut sejalan dengan penurunan kasus Covid-19. 

Di akhir, Budi Hanoto juga menyatakan akan terus melakukan peningkatan di sektor digitalisasi UMKM. Hal ini disebutnya sebagai pendorong bagi laju pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. 

“Kemudian digitalisasi juga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur diseluruh aspek, sektor ekonomi UMKM. Dan terakhir adalah bagaimana menginklusifkan ekonomi Jatim dengan mengembangkan ekonomi kreatif, UMKM, ekonomi syariah dan juga dunia pariwisata,” tegasnya. 

Sebelumnya juga, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo optimistis Indonesia dapat Bangkit sepenuhnya di tahun 2022. Perry menyampaikan 5 permasalahan global yang akan dihadapi oleh negara di seluruh dunia. Ke-5 permasalahan global tersebut adalah normalisasi kebijakan di negara maju, dampak pandemi bagi koorporasi dan UMKM, meluasnya pasar digital antar negara, tuntutan stabilitas keungan dan meluasnya kesenjangan sosial. 

“5 hal tersebut akan menjadi titik fokus Bank Indonesia ditengah banyaknya fleksibilitas kebijakan yang dilakukan pemerintah,” kata Perry. 

Tema yang diusung oleh BI dalam arah kebijakan di Tahun 2022 adalah Recover Together, Recover Stronger dimana harapannya, ditahun 2022 segala sektor yang terdampak pandemi covid-19 akan pulih secara bertahap didukung dengan kebijakan pemerintah. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia sendiri ditarget naik sebesar 4,7-5,5% dari 3,51% di Tahun 2021 kuartal III. 

“Kami akan menggencarkan vaksinasi sehingga upaya untuk membuka sektor prioritas bisa disegerakan. Hal tersebut juga harus diiringi dengan stimulus kebijakan fiskal dan moneter yang diputuskan oleh pemerintah,” paparnya. (gas

No More Posts Available.

No more pages to load.