Potensi transaksi ekspor terbesar antara lain dari potensi penjualan Hitara Black Garlic dengan nilai potensi transaksi sekitar Rp 2 miliar dengan tujuan ekspor Prancis, Inggris, Afrika Selatan dan Australia. Posisi kedua ditempati penjualan batik dengan nilai potensi transaksi mencapai Rp 1,7 miliar. Adapun tujuan ekspor produk batik ini adalah Jerman, Singapura, Australia, Qatar dan Dominika.
Selain itu kerajinan tenun juga banyak diminati para importir mancanegara yang mencatatkan potensi transaksi bisnis Rp 1,15 miliar dengan negara tujuan ekspor Jerman, Australia dan Dominika. Selain tenun, produk kerajinan tangan juga banyak diminati buyer mancanegara yang mencatatkan potensi transaksi Rp 1 miliar dengan tujuan ekspor Amerika, Australia, Prancis dan New Zealand. Ada juga kerajinan bordir yang meraih potensi transaksi bisnis Rp 750 juta dengan tujuan ekspor Arab Saudi, Australia dan Jerman. (gas/cbni)










