In Solidarity with The Muslims

oleh

Saya kembali menyampaikan bahwa kekhawatiran saya dengan kekerasan-kekerasan dan kebencian akhir-akhir ini tidak saja mengenai Komunitas Muslim. Tapi saya justeru khawatir jangan sampai wajah perjalanan bangsa ini (Amerika),  dengan segala capaian yang membanggakan, justeru ditatat oleh sejarah sebagai bangsa pembenci dan rasis.

Dulu pernah kebencian  itu ditujukan kepada Komunitas Katolik, lalu Komunitas Yahudi, lalu Jepang, Keturunan Irlandia bahkan Italia. Di kemudian hari Komunitas hitam (Afrika) yang jadi korban dan masih berlanjut hingga saat ini. Lalu kebencian dan kekerasan kepada Komunitas Muslim (Islamophobia).

Dan karenanya saya khawatir jangan-jangan rasisme dan kebencian ini justeru akan menjadi “trademark” (merek atau ciri khas) permanen bangsa ini. Tentu harapan saya semoga tidak demikian. Sebab Amerika yang kita kenal harusnya lebih baik dari apa yang kita saksikan akhir-akhir ini. 

Saya juga menekankan bahwa Amerika itu menjadi Amerika bukan karena kekuatan militernya (its military might). Bukan pula karena kekuatan ekonominya. Tapi Karena nilai-nilai agung yang selalu dipertahankannya. Satu di antaranya adalah “compassion” (kasih sayang) Amerika untuk merangkul mereka yang dianggap orang lain (the others) untuk menjadi bagian dari “kita” (we the people).

Inilah yang disimbolkan oleh Lady Liberty di kota New York. Merangkul imigran dengan kasih sayang seraya memberikan  kebebasan kepada mereka.

Untuk warga New York, kota ini menjadi kota terkuat dunia bukan karena Wall Street atau gedung-gedung pencakar langitnya. Tapi karena jembatan-jembatan (bridges) yang tidak saja menghubungkan antara bagian kota. Tapi yang terpenting juga menghubungkan di antara penduduk atau manusiannya (connecting the people). Maka mari kita terus bangun dan perkuat jembatan itu. Hancurkan dinding-dinding (walls) yang memisahkan kita semua.

Saya ingatkan kembali bahwa  ketidak adilan kepada seseorang itu adalah ketidak adilan kepada semua. Dan Karenanya jangan merasa aman jika keburukan terjadi pada orang lain.

“My fight today can be yours tomorrow” (perjuangan saya hari ini boleh jadi perjuanganmu di esok hari). Karenanya teruslah bangun kesatuan dan kerjasama melawan kebencian dan kekerasan kepada siapa saja.

No More Posts Available.

No more pages to load.