Ingin Mengubah Dunia? Daftar Saja ke Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka Unisma

oleh

MALANG|DutaIndonesia.com – Universitas Islam Malang (Unisma) gencar melakukan sosialisasi program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. Salah satunya dilakukan oleh Prof. M. Mas’ud Said, Ph.D, Direktur Pascasarjana Unisma.

“Maksudnya Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar itu ialah konsep di mana mahasiswa tetap mendapatkan kuliah formal di kelas namun juga bisa melaksanakan kegiatan di luar kampus yang dinilai SKS. Jika Anda ingin mengubah dunia dan mendapatkan pengalaman belajar di luar kampus, ya daftarkan diri pada program Kampus Merdeka di Unisma,” kata Prof Mas’ud kepada DutaIndonesia.com Kamis (25/8/2022).

Pendaftaran untuk calon mahasiswa non-fakultas kedokteran sudah dibuka sejak 9 Februari lalu hingga 6 September 2022.

Program Kampus Merdeka Unisma sendiri meliputi:

  1. Magang bersertifikat
  2. Pertukaran mahasiswa merdeka
  3. Kampus mengajar
  4. Studi independen
  5. IISMA
  6. Membangun desa
  7. Proyek kemanusiaan
  8. Riset/penelitian
  9. Wirausaha

“Kegiatan di luar kelas itu harus dijadwal dan diotorisasi oleh dosen atau kampus dan kemudian dinilai sebagaimana ikut kuliah dalam kelas. Kegiatan itu bentuknya ya 9 kegiatan seperti daftar di atas sebagai contoh,” kata pria yang baru saja mendapat penghargaan sebagai tokoh peduli pesantren 2021 ini.

Prof Mas’ud yang juga Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur ini menjelaskan, falsafah Merdeka Belajar – Kampus Merdeka ialah seperti ” orang harus bisa berenang, namun latihan renangnya tak hanya di kolam renang”.

Mengapa? Ya karena dalam dunia nyata hidup itu sangat luas. Lulusan perguruan tinggi harus bisa merenangi laut dan sungai serta pantai. “Jadi di kelas itu seperti kolam renang saja namun hidup itu luas termasuk laut, sungai, dan bahkan banjir,” katanya.

Sebelumnya, mengutip https://baupk.unisma.ac.id/, Tim Merdeka Belajar – Kampus Merdeka Unisma sudah menyusun program ini sejak 2020 lalu. Landasan yuridis program ini adalah kebijakan Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim yang mencanangkan kampus merdeka yang terdiri atas tiga hal yaitu prodi baru, akreditasi, dan PTNBH.

Namun Unisma memiliki poin tersendiri tentang merdeka belajar yaitu hak belajar tiga semester di luar prodi. Dasar hukumnya Permendikbud No. 3/2020 tentang standar nasional perguruan tinggi.
Perguruan tinggi memberi hak pada mahasiswa yang bisa diambil dan tidak karena bersifat sukarela. Untuk itu, selama lima semester, mahasiswa wajib mengambil mata kuliah di prodi asal. Tapi tidak untuk mahasiswa prodi kesehatan seperti kedokteran dan farmasi.

Dengan adanya ini, maka ada perubahan desain pengertian soal SKS. SKS adalah jam kegiatan, bukan jam belajar. Ada delapan pembelajaran di luar perguruan tinggi yang bisa dilakukan di tiga semester itu yaitu pertukaran pelajar, magang/praktik kerja, asisten/mengajar di satuan pendidikan, studi/proyek independen, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, penelitian/riset.

Pada draft program ini ada lima skema terkait organisasi mata kuliah merdeka belajar-kampus merdeka. Skema pertama yaitu mahasiswa di prodi pilihannya secara penuh. Skema dua yaitu di prodi dan luar prodi dalam perguruan tinggi.

Skema tiga yaitu di prodi dan di luar prodi. Skema empat, di luar prodi dalam perguruan tinggi dan luar perguruan tinggi. Skema lima, di prodi, di luar prodi dalam perguruan tinggi dan luar perguruan  tinggi dengan percepatan. (gas)  

No More Posts Available.

No more pages to load.