UMKM Bakal Terdampak Kenaikan Harga BBM, Desainer Kanada Entin Gartini Siap Bantu UMKM Jatim

oleh
Ira Damayanti, Ketua Umum Indonesia Diaspora SME Export Empowerment & Development (ID SEED), saat menjadi pembicara dalam Marketeers Hangout 2022 secara virtual pada Rabu (10/8/2022).

SURABAYA|DutaIndonesia.com – Pemerintah hendak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter. Sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dipastikan terpukul dengan kenaikan harga Pertalite nantinya, mengingat harga bahan baku dan transportasi juga akan terkerek naik.

Bahkan UMKM yang sudah melakukan ekspor pun akan terdampak. Hal itu karena harga produk UMKM juga ikut terdampak kenaikan tersebut sehingga mereka dipastikan kalah bersaing di pasar global.

“Kenaikan BBM pastinya berdampak pada kenaikan harga produksi UMKM. Kenaikan harga produksi ini dapat menyebabkan harga produksi UMKM Indonesia semakin tidak bersaing di pasar global. Karena itu kami usul subsidi BBM bisa dialihkan ke sektor UMKM, khususnya UMKM yang ekspor. Sebenarnya sih ini untuk UMKM secara umum. Tapi mungkin dengan menunjukkan IUMK jadi ada keringanan, sehingga subsidi BBM benar-benar tepat sasaran,” kata Ira Damayanti, Ketua Umum ID SEED (Indonesia Diaspora SME Export Empowerment Development), kepada DutaIndonesia.com dan Global News, Rabu (24/8/2022).

Sedang untuk UMKM dengan pasar lokal, kata dia, mungkin mau tidak mau konsumen harus menelan pil pahit kenaikan harga jika produk UMKM itu memang mereka butuhkan. “Tapi pastinya juga akan berhemat,” katanya.

Ira Damayanti, yang Kamis (25/8/2022) siang ini menjadi pembicara dalam acara Webinar Business Matching Syirkah, Kurasi Usaha Syariah, dalam rangka Festival Jateng Syariah, mengatakan, bahwa sebaiknya UMKM yang sudah ekspor mendapat keringanan dan berbagai kemudahan lain, supaya harga produksi dapat ekonomis sehingga harga dapat bersaing di pasar global.

Bukan hanya UMKM yang potensial ekspor, kata dia, tapi UMKM yang sudah benar-benar melakukan ekspor. Saat ini, masih banyak UMKM yang baru menuju ekspor.

“Justru yang sudah siap ekspor dan yang sudah berjalan (ekspor) itu yang perlu dibantu agar dengan kenaikan harga BBM ini tidak berdampak pada kenaikan harga produk mereka. Jangan sampai buyer tidak jadi beli produk UMKM karena tahu-tahu harga naik. Ini karena pelaku UMKM terpaksa menaikkan harga pasca kenaikan BBM. Kondisi ini mengakibatkan pelaku UMKM harus buat quotation baru dengan harga yang sudah naik. Buyer di luar negeri bisa urung berniat untuk membeli,” katanya.

Dia pun berharap agar Pemerintah memberikan keringan kepada UMKM, khususnya dalam masalah bahan bakar dan bahan baku. “Ya, keringanan termasuk soal bahan bakar dan bahan baku,” ujarnya.

Entin Gartini siap membantu UMKM di Jatim dengan kerjasama saling membantu saling menguntungkan.

Senada dikatakan Entin Gartini. Desainer asal Semarang, Jawa Tengah, yang sekarang namanya terkenal di Kanada ini, juga menyebut UMKM butuh intervensi dari Pemerintah khusus Pemda, yang harus intens membantu agar mereka bisa bangkit termasuk pula bisa melakukan ekspor ke luar negeri. Khususnya ke Kanada. Entin Gartini yang baru saja mendapat penghargaan Ottawa Award 2021 sebagai “The Best Designer” itu siap membantu UMKM di Jatim asal ada kepedulian dari pemerintah setempat.

“Dulu saya dikirim dari Jawa Tengah tapi mereka ga mau membiayai UMKM-nya, sehingga ga ada follow upnya. Maunya saya beli semua batiknya, tidak ada kerjasama yang saling membantu. Padahal harus saling membantu sebab namanya kerjasama. Selain itu UMKM ada juga yang mentalnya mencari opportunity dan mau invest. Nah ini yang siap saya bantu. Yang lain tidak mau invest sama sekali ya saya tinggal. Karena saya pun harus berkorban banyak dan keluar lebih banyak modal untuk jahit, foto,pengiriman, dan lain-lain,” katanya.

Peluang itu semakin terbuka sebab Entin Gartini baru saja mendapat tawaran untuk menampilkan karya desain wastra/ batiknya di platform e-commerce amazon.com. Peluang ini dimanfaatkan oleh desainer kelahiran Pujon, Jawa Timur, yang bersuamikan bule Kanada ini untuk mempromosikan produk UMKM Indonesia di tingkat global.

“Saya tidak tahu mengapa amazon memberi peluang ini. Dulu saat menang (mendapat penghargaan Ottawa Award 2021, Red.) saya juga tidak tahu. Tapi, mungkin, karena karya-karya saya sudah dipublish di Instagram, website, atau medsos lain, sehingga mereka melihat karya saya di situ. Lalu tahu-tahu masuk nominasi, lalu tahu-tahu menang. Saya tidak tahu mereka dapat info dari mana? Juga Amazon ini tiba-tiba saya dihubungi via email. Namun, yang jelas, dalam bisnis ini, saya selalu memikirkan UMKM, bagaimana bisa membantu UMKM, termasuk UMKM di Jatim,” kata Entin Gartini kepada DutaIndonesia.com dan Global News, Rabu (24/8/2022).

Karena itu, begitu mendapat tawaran dari Amazon, dia pun segera mendesain karyanya dengan motif, bahan, dan warna polos. Lalu meminta perajin UMKM di Bantul, Yogyakarta, yang menjadi mitranya, untuk membuat baju sesuai pesanannya tersebut.

“Tapi, pihak Amazon ternyata memilih karya batik aslinya, tidak masalah harganya mahal, sebab memang ada pasar tersendiri untuk produk semacam itu bagi orang yang punya uang di Kanada. Sedangkan kalau yang polos, sudah banyak di Amazon,” katanya.

Harus Hati-hati

Seperti diberitakan sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa dirinya telah memerintahkan jajarannya untuk menghitung secara detail sebelum mengambil keputusan menaikkan harga Pertalite. Seperti diketahui, hampir pasti kenaikan Pertalite akan disusul kenaikan harga barang dan produk lain.

“Semuanya saya suruh hitung betul, hitung betul sebelum diputuskan,” tegas Presiden di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), seperti dikutip dari laman Setkab, Rabu (24/8/2022).

Menurut Presiden, kenaikan harga Pertalite akan memberikan pengaruh besar terhadap hajat hidup orang banyak. Karena itu, dia meminta jajarannya untuk berhati-hati terhadap dampak yang akan timbul dari kenaikan harga Pertalite tersebut.

“Ini menyangkut hajat hidup orang banyak, jadi semuanya harus diputuskan secara hati-hati, dikalkulasi dampaknya, jangan sampai dampaknya menurunkan daya beli rakyat, menurunkan konsumsi rumah tangga,” tutur Presiden.

Selain daya beli dan konsumsi masyarakat, Presiden juga mengingatkan jajarannya terhadap kenaikan inflasi dan penurunan pertumbuhan ekonomi nasional sebagai dampak yang akan timbul dari kenaikan harga Pertalite. “Kemudian juga nanti yang harus dihitung juga menaikkan inflasi yang tinggi, kemudian bisa menurunkan pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Tantangan Pendanaan

Di tempat terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga berbicara tantangan UMKM. Sri Mulyani mengatakan bahwa kondisi UMKM tengah menghadapi berbagai tantangan pendanaan, termasuk akses informasi yang asimetris.

“Model atau portofolio produk keuangan syariah yang tersedia untuk UMKM, termasuk pendanaan, garansi, tabungan, transfer, dan jasa manajemen kas yang digabungkan dengan teknologi digital, berpotensi menjadi solusi karena semua informasi dapat diperoleh dengan lebih efisien dan lebih murah, serta dapat mengatasi permasalahan terkait informasi yang asimetris,” katanya dalam The 6th Annual Islamic Finance Conference yang disiarkan virtual pada Rabu, 24 Agustus 2022.

Menurutnya, memberdayakan UMKM merupakan langkah yang tepat secara moral dan strategis dalam pengembangan ekonomi. Dalam kerangka tersebut, kata dia, keuangan Islam memainkan peranan penting melalui penerapan prinsip transaksi yang adil dan setara.

Dia juga mengatakan pemerintah Indonesia terus mendukung perkembangan UMKM. Sejak pandemi Covid-19 yang melanda sebagian besar UMKM terkena pukulan lebih keras dibandingkan krisis 1997-1998. Hal ini karena sifat pandami yang tidak memungkinkan manusia dan aktivitas bisnis secara fisik atau langsung, karena untuk mencegah penyebaran virus. Karena itu, kata dia, dalam proses pemulihan, pemerintah harus memastikan bahwa UMKM mendapat perhatian khusus.

Sri Mulyani melihat pemulihan dan juga kinerja ekonomi Indonesia tumbuh disumbangkan oleh pemulihan usaha mikro kecil dan menengah. “Karena itu, rancangan program pemulihan ekonomi nasional, juga menempatkan pemulihan usaha kecil dan menengah sebagai salah satu pilar terpenting, selain jaminan kesehatan dan perlindungan sosial,” ujarnya.

Hingga saat ini Indonesia memiliki 64 juta UMKM yang mewakili 99 persen dari total bisnis. UMKM bahkan menyerap 97 lapangan kerja dan menyumbang 60 persen dari Produk Domestik Bruto atau PDB.

Kendati begitu dia masih melihat tantangan utama yang dihadapi oleh UMKM adalah kurangnya akses pasar, kurangnya sumber daya manusia yang terampil, kurangnya penggunaan teknologi yang lebih maju, dan juga terbatasnya akses ke layanan keuangan. Lalu kondisi mereka diperburuk oleh infrastruktur yang lemah di daerah terpencil.

Buruh Ancam Demo

Sementara itu Serikat Pekerja Indonesia menyatakan siap melakukan aksi demonstrasi serentak di 34 wilayah provinsi untuk menolak kenaikan harga BBM. Mogok nasional akan dilakukan jika Presiden Joko Widodo memutuskan menaikkan harga BBM dalam pekan ini.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan bahwa unjuk rasa rencananya dilakukan awal September. “Kami akan melakukan demo di 34 provinsi, 440 kabupaten/kota untuk menolak kenaikan BBM dan omnibus law awal September 2022. Mogok juga akan dilakukan apabila ada pemaksaan, kami akan lakukan mogok nasional. Upah kami tahun ini hanya naik 1% padahal inflasi sudah 4,9%,” kata Iqbal di Jakarta, kemarin.

Iqbal membeberkan bahwa ada beberapa alasan mengapa serikat buruh menolak rencana kenaikan komoditas tersebut. Pertama, kenaikan harga BBM akan mengakibatkan lonjakan inflasi yang diprediksi bisa tembus di angka 6,5%.

“Kenaikan harga BBM akan mengakibatkan inflasi yang tajam, dan harga Pertalite yang katanya dipatok Rp10 ribu akan membuat inflasi tembus di angka 6,5%. Sekarang inflasi sudah 4,9%,” kata Iqbal.

Menurut dia, akibatnya daya beli masyarakat akan turun. Apalagi, sudah tiga tahun berturut-turut buruh pabrik tidak naik upah minimumnya. Kenaikan harga BBM yang tidak diimbangi dengan kenaikan upah, sampai 5 tahun mendatang karena omnibus law, itu akan membuat daya beli terpuruk anjlok 50 persen lebih. “Kami pro subsidi dan jaminan sosial,” katanya.

Kedua, risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) karena kenaikan harga barang-barang dipicu oleh harga BBM. “PHK di mana-mana karena perusahaan akan memangkas operasionalnya karena harga energi naik,” katanya.

Ketiga, dalih pemerintah menaikkan harga BBM dengan alasan di negara lain sudah lebih mahal. Ia mengatakan membandingkan harga BBM Indonesia dengan negara lain tanpa melihat income per kapitanya tidak tepat. Keempat, jika alasan kenaikan pertalite dan solar subsidi ini karena lingkungan, katanya, ini akan sangat tidak tepat. Selama ini, kata Said Iqbal, industri besar masih memakai batu bara dan diesel. “Jadi ini hanya akal-akalan saja untuk menaikkan harga BBM,” jelasnya.

Terakhir, ada 120 juta pengguna motor dan angkutan umum yang merupakan kelas menengah ke bawah, dan sangat rentan dengan kenaikan harga BBM.

Sebagaimana diketahui, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan menyebutkan kemungkinan besar Presiden Jokowi mengumumkan kenaikan harga BBM pada pekan ini. Kenaikan dilakukan karena beban APBN untuk menanggung subsidi energi termasuk BBM tahun ini melonjak jadi Rp502 triliun akibat lonjakan harga minyak.

Namun, Jokowi usai memberikan pengarahan kepada Kadin se-Indonesia masih belum memberikan gambaran pasti kapan kenaikan harga BBM itu. Menurutnya, pemerintah harus berhati-hati dalam memutuskan kebijakan harga BBM supaya tidak membebani masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. (gas/okz/det)

No More Posts Available.

No more pages to load.