SURABAYA| DutaIndonesia.com – Masyarakat antusias menggalang dana kemanusiaan untuk membantu warga Palestina yang hari-hari ini digempur tentara Israel. Selama 44 hari sejak Sabtu 7 Oktober 2023 lalu perang antara Hamas melawan penjajahan Israel mengakibatkan 13 ribu lebih warga Palestina meninggal dunia. Bahkan, banyak di antara korban adalah bayi, anak-anak, dan warga sipil tak berdosa.
Korban jiwa diperkirakan masih akan terus berjatuhan sebab saat ini serdadu Israel terus melakukan serangan. Bahkan mengepung Rumah Sakit (RS) Indonesia yang ada di Jalur Gaza. Militer Israel juga membombardir RS yang jadi tumpuan warga Gaza yang menderita akibat kekejaman Israel itu. Sedikitnya delapan orang dilaporkan tewas akibat gempuran di kompleks rumah sakit tersebut.Tiga relawan asal Indonesia di Gaza juga dilaporkan hilang.
Seperti dilansir Al Jazeera, dua dokter di rumah sakit tersebut dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan berulang oleh serdadu Israel. Tim medis setempat mengatakan kepada Al Jazeera bahwa semalam rumah sakit itu menjadi target serangan tanpa peringatan. Staf rumah sakit itu, menurut laporan Al Jazeera, meminta bantuan mendesak kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Palang Merah di tengah situasi yang semakin memburuk tersebut.
Pemerintah Palestina sebelumnya juga menyatakan bahwa sebanyak 6 ribu warga lain hingga Rabu (22/11/2023) masih dinyatakan hilang akibat serangan brutal Israel. Mereka diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan akibat serangan bom bertubi-tubi yang dilakukan militer Israel.
Melihat begitu sedihnya situasi di Palestina, warga dunia pun menggalang dana kemanusiaan untuk membantu warga Palestina yang kelaparan, kekurangan makanan, kekurangan air, obat-obatan, pakaian, dan kebutuhan hidup lain. Penggalangan dana dilakukan oleh lembaga lembaga pemerintah, lembaga amal, lembaga pendidikan, hingga individu seperti mahasiswa atau ormas dengan menggelar acara tabligh akbar, pengajian, hingga turun di jalan-jalan mengumpulkan donasi untuk disalurkan ke Palestina. Lembaga pendidikan yang menggalang dana untuk Palestina antara lain SMK Nahdlatul Ulama (NU) di Bluru Kidul Sidoarjo.
Begitu pula para kiai muda dan dai di Pamekasan. Mereka melakukan penggalangan dana untuk warga Gaza setiap kali melakukan dakwah di berbagai tempat. Hasil penggalangan dana kemudian disalurkan melalui
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pamekasan. Kemudian Baznas Pamekasan Senin ( 20/11/23) mentransfer dana bantuan untuk rakyat Palestina sebesar Rp 186.600.000 langsung ke nomor rekening Baznas RI Pusat Jakarta.
Dana itu merupakan hasil penggalangan dari masyarakat yang dilakuklan oleh sekelompok kiai yang tergabung dalam Paguyuban Kiai Muda Pamekasan. Dana itu hasil dari penggalangan selama tiga hari yang dilakukan di tiga titik lokasi.
Ketua Baznas Pamekasan, K Mudarris Abdul Wahab SH, yang juga Ketua Paguyuban Kiai Muda Pamekasan mengatakan dana ratusan juta itu diantarkan langung oleh lima kiai ke Kantor Baznas Pamekasan di Jalan Ronggosukowati No. 14 Pamekasan.
Selain K Mudarris sendiri, juga ada empat kiai lainnya yang hadir antara lain Kiai Fauzan Badruddin, Kiai Anis Cipta Dinata, Kiai Rusdy, Kiai Dofiq. “Penggalangan dilakukan oleh para kiai ketika melakukan dakwah di antaranya di kajian dakwah Desa Blumbungan lalu di sekitar Monumen Arek Lancor. Jadi para kiai tiap kali dakwah itu mencari dana untuk disumbangkan ke rakyat Palestina,” ujar K Mudarris ketika ditemui lagi oleh wartawan DutaIndonesia.com dan Global News, Rabu (22/11/2023).
Kiai muda yang tergabung dalam paguyuban itu anggotanya 39 orang. Untuk menyalurkan dana hasil penggalangan tersebut, K Mudarris meminta agar disalurkan melalui Baznas Pamekasan.
“Saya yang juga sebagai Ketua Baznas meminta kepada semua kiai, dai, yang bergabung dalam paguyuban dai muda Pamekasan untuk menyalurkan donasi yang didapat itu disalurkan melalui Baznas Pamekasan. Alhamdulillah tadi donasi sebesar Rp 186 juta 600 rupiah,” ungkap kiai yang akrap disapa Gus Darris ini.
Terhitung sejak Senin (20/11/2023), kata Gus Darris, dana hasil penggalangan itu sudah masuk ke rekening Baznas RI Pusat. Setelah sebelumnya diberi tandatangan penerimaan oleh Baznas Pamekasan.
“Dan dalam waktu satu atau dua hari ke depan akan turun tanda bukti penerimaan dari Baznas Pusat yang akan diberitahukan pada public bahwa dana itu telah benar- benar sampai ke Baznas RI, untuk menjaga kepercayaan masyarakat,” jelasnya.
Gus Darris meminta kepada lembaga amil dan para donatur lain untuk menyalurkan hasil penggalangan dananya melalui Baznas Pamekasan. Karena semua dana hasil penggalangan lembaga penggalang dana akhirnya juga akan masuk dan disalurkan melalui Baznas RI Pusat.
“Walaupun mereka menyalurkan lewat lembaga lain misalnya Lazizmu, LasisNU, Sidogori dan lembaga penggalang dana lainnya, semuanya itu nanti pengirimannya masuk satu pintu melalui Baznas RI pusat di Jakarta,” pungkasnya.
Para mahasiswa hingga perguruan silat juga terlihat membentangkan spanduk untuk menggalang dana bagi warga Palestina seperti dilakukan di lampu stopan Alun-alun Sidoarjo dan di Purwosari Pasuruan. Mereka menyodorkan kotak bantuan untuk warga Gaza. Para pengguna jalan pun antusias memberikan sumbangan untuk dikirim ke Palestina.
“Kami prihatin dengan kondisi warga Gaza, banyak yang meninggal dunia, yang masih hidup setiap hari kelaparan, kehausan, ketakutan. Dana yang terkumpul kami salurkan melalui lembaga resmi yang konsisten membantu warga Palestina,” kata A. Yani saat bersama teman-temannya menggalang dana di lampu stopan Sidoarjo beberapa hari lalu.
Inisiator Rumah Sedekah Nahdlatul Ulama (NU), KH Noor Shodiq Askandar, kepada DutaIndonesia.com dan Global News, Rabu (22/11/2023), mendukung banyaknya orang menggalang dana untuk membantu warga Palestina. Pasalnya, warga di daerah pendudukan Israel itu kondisinya memang sangat memprihatinkan sehingga membutuhkan uluran tangan warga dari berbagai negara lain.
“Penggalangan dana oleh berbagai kelompok masyarakat itu baik saja, asal pertama disalurkan lewat lembaga yang benar, yang resmi. Kedua disalurkan kepada mereka yang betul-betul membutuhkan, dalam hal ini warga Palestina. Artinya, bantuan ini formatnya kemanusiaan untuk membantu mereka yang menjadi korban perang, orang-orang yang cacat, kelaparan, anak-anak yang kehilangan orang tua, orang-orang yang kehilangan pekerjaan, mata pencaharian, ini prioritas utama untuk dibebaskan dari kesulitan hidupnya. Selanjutnya, ke depan, munculnya empati berupa penggalangan dana bisa pula dilakukan untuk mengatasi persoalan kemanusiaan yang terjadi di dalam negeri sendiri, yang juga mengalami kelaparan, kemiskinan, stunting, dan lain sebagainya,” katanya Rabu (22/11/2023).
Gus Shodiq, panggilan akrabnya, juga mengingatkan perlunya melihat lembaga yang digunakan untuk menyalurkan bantuan tersebut, yakni harus memilih lembaga yang betul-betul diakui kredibelitas dan programnya memang mengarah untuk kemanusiaan. Misalnya warga NU menyalurkan lewat lembaga LazisNU dan warga lain menyalurkan lewat lembaga yang sudah diakui memiliki program kemanusiaan bukan untuk yang lain. “Fokus pada kemanusiaan. Bukan, misalnya, membantu agar perang malah menjadi berkepanjangan,” katanya.
Pemerintah Indonesia sendiri sudah dua kali mengirim bantuan kemanusiaan untuk Palestina. Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memimpin pelepasan bantuan kemanusiaan untuk Palestina tahap kedua setelah bantuan pertama dikirim pada awal November 2023 lalu. Pelepasan bantuan dilakukan dari Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Senin (20/11/2023), sekitar pukul 08.30 WIB. Bantuan tahap kedua ini dikirim sebanyak 21 ton menggunakan pesawat kargo BBN Airlines ke Bandara El Arish. Bantuan mayoritas terdiri dari alat medis hingga obat-obatan.
Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Palestina Yang Mulia Dr. Zuhair S.M. Al Shun, di Kemhan, Jakarta, Senin (6/11/2023) juga membahas bantuan itu. Bahkan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani, mengabarkan bahwa Prabowo Subianto menyumbang dana bantuan senilai Rp 5 Miliar untuk rakyat Palestina. Rosan mengatakan dana tersebut merupakan uang pribadi Prabowo.
“Beliau ingin menyumbang langsung, secara pribadi untuk perjuangan dan juga rakyat Palestina. Dana sebesar Rp 5 miliar langsung,” kata Rosan dalam keterangan tertulisnya kemarin.
Hal tersebut juga disampaikan Rosan saat Dialog Keumatan untuk Solidaritas Palestina dengan tema ‘We Love Palestine’ di Djakarta Teater, Kamis (9/11/2023). Rosan mengatakan sumbangan tersebut sebagai bentuk dukungan yang konkret untuk membantu perjuangan rakyat Palestina. (gas/wis)














