SURABAYA| DutaIndonesia.com – Pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) melibatkan banyak investor asing berkolaborasi dengan investor dalam negeri. Proyek-proyek yang dikerjakan antara lain Hotel Nusantara dan Swiss Hotel (Accor Group Swiss), Nusantara Intercultural School dan JIS, Training Center PSSI dan FIFA, PLN untuk PLTS 50 megawatt (MW) dan Sembcorp Singapura, RS Mayapada dan Apollo Hospital India, serta Pakuwon dan Marriot International AS.
Karena itu pula akan banyak ahli konstruksi dan konsultan terlibat dalam pembangunan proyek tersebut. Hal itu pula yang menjadi peluang bagi anggota Ikatan Nasional Konsultan Indonesia Jawa Timur (Inkindo Jatim).
Namun demikian Ketua Dewan Pengurus Provinsi Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (DPP Inkindo) Jawa Timur, Ir Irwan Susilo, ST., MT., IPM., kepada DutaIndonesia.com dan Global News, Rabu (22/11/2023), mengatakan, bahwa konsultan Jatim dalam pembangunan IKN masih sangat minim. Hal ini karena jumlah perusahaan konsultan kualifikasi besar di Jatim sangat kurang.
“Jumlah perusahaan besar di Jatim hanya 5% untuk perusahaan konsultan. Kalau perusahaan kontraktor lebih dari 5%, tapi untuk pastinya bisa ditanyakan ke asosiasi kontraktor. Sedangkan pekerjaan konsultan yang dilelangkan di IKN pada umumnya kelas besar. Jika ada pun pada umumnya ber-KSO (kerjasama operasi) dengan perusahaan lain. Pada umumnya pekerjaan perencanaan dan manajemen konstruksi,” kata Irwan Susilo di sela-sela mempersiapkan acara peringatan HUT ke-44 Inkindo.
Irwan Susilo juga berbicara soal konsep IKN Green Smart Forest City. Konsep IKN ini ideal atau bisa juga disebut utopia alias sangat ideal. Karena itu tantangannya juga besar.
“Tantangan yang ada secara alamiah adalah dalam pembukaan lahan selalu ada perubahan keseimbangan alamiah. Dalam pengembangan kawasan, pemahaman menyangkut sifat dan kondisi alamiah menjadi kunci dalam design yang berkelanjutan. Dan kondisi alamiah kawasan IKN sangat spesifik; tanah yang cenderung lempungan, cenderung tidak stabil atau daya dukung tanah/batuan rendah, porous dan permeabilitas rendah, tanah organik, kantong-kantong gas dangkal, serta struktur geologi yang sangat bervariatif perlu menjadi perhatian,” katanya.
Dia menegaskan, tantangan green building tidak hanya dalam pemenuhan energi terbarukan dan penghematan energi saja tapi juga bagaimana mengakomodasi karakteristik alamiah di IKN. Tujuannya agar bangunan lebih aman, efisien, dalam pengelolaan dan berdaya guna.
“Untuk itu INKINDO Jatim sangat konsen dalam mengembangkan SDM kaitannya mendukung proyek-proyek strategis baik nasional atau di daerah. Caranya, melalui pengembangan keprofesian berkelanjutan seperti sharing knowledge bersama kampus dan vendor, pelatihan-pelatihan sesuai dengan kebutuhan profesional saat ini serta pengembangan kemampuan Badan Usaha,” katanya.
Terkait hal itu, Irwan mengatakan, Pemerintah perlu bersama-sama dengan asosiasi profesi, asosiasi badan usaha, kampus, vendor, dan stake holder lainnya berkewajiban untuk meningkatan kapasitas badan usaha dan tenaga kerja guna mendukung proyek strategis nasional khususnya IKN.
“Jatim adalah salah satu pilar penyangga keberlangsungan dan keberhasilan IKN baik saat perencanaan, konstruksi hingga operasional nantinya,” kata Irwan.
Jatim sendiri sudah mendapat berbagai penghargaan dalam bidang konstruksi. Pemerintah Provinsi Jawa Timur misalnya berhasil meraih Juara Umum I pada Lomba Tenaga Kerja Konstruksi Tingkat Nasional Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Juara Umum ini diraih usai perwakilan Jatim berhasil menyabet 9 gelar juara sekaligus. Yaitu, Juara 1 Kategori Pelaksanaan Teknologi BIM (Building Information Modelling), Juara 1 Kategori Pelaksana Gedung, Juara 1 Kategori Tukang Bata, dan Juara 1 Kategori Tukang Cat.
Kemudian Juara 2 Kategori Tukang Ubin, Juara 2 Kategori Tukang Plumbing, Juara 3 Kategori Tukang Baja Ringan, Juara 2 Kategori Pembangunan Rumah Mini, dan Juara 3 Kategori Operator Exavator.
“Penghargaan yang diterima Jatim itu memberikan bukti bahwa Jatim adalah salah satu penyangga industri konstruksi nasional. Hal ini karena stake holder rantai pasok jasa konstruksi di Jatim cukup lengkap; mulai badan usaha, tenaga konstruksi, industri/vendor/kampus/pemerintah dan masyarakat sangat cukup tersedia di Jatim. Rasanya secara nasional peran Jatim ini sudah sangat terbuka, hanya saja peningkatan kapasitas sangat diperlukan agar sesuai dengan kebutuhan di IKN,” katanya.
Investor & Proyek IKN
Sebelumnya Deputi Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono, menyampaikan, bahwa investor asing sudah masuk ke IKN. Namun, mereka statusnya merupakan mitra dari perusahaan di dalam negeri. Dengan kata lain, menurut Agung, belum ada investor asing yang masuk secara individu tanpa bermitra dengan perusahaan di Indonesia.
“Jadi kalau investor asing belum masuk, sebenarnya kalau boleh kami detailkan statement Bapak Presiden tersebut, investor asing belum masuk sebagai investor sendiri, tapi sebagai mitra perusahaan domestik itu sudah terjadi,” kata Agung dalam konferensi pers secara daring, Senin (20/11/2023).
Agung lalu mencontohkan beberapa proyek kolaborasi antara investor domestik dan internasional dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara. Proyek-proyek tersebut, antara lain Hotel Nusantara dan Swiss Hotel (Accor Group Swiss), Nusantara Intercultural School dan JIS, Training Center PSSI dan FIFA, PLN untuk PLTS 50 megawatt (MW) dan Sembcorp Singapura, RS Mayapada dan Apollo Hospital India, serta Pakuwon dan Marriot International AS.
“Ada hotel, ada rumah sakit. Kita bisa lihat Mayapada, Pakuwon, PLN, JIS semuanya bermitra dengan investor asing. Jadi lagi-lagi investor asing masuk Nusantara,” tuturnya.
Kebijakan Pemerintah mengutamakan investor dalam negeri di IKN ini dinilai sangat tepat. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal menilai kebijakan Presiden Jokowi itu sangat tepat sebab IKN merupakan simbol negara.”Sebaiknya memang sedapat mungkin dibiayai oleh sendiri,” katanya dikutip dari Antara Rabu (22/11/2023).
Namun bila APBN tidak mencukupi bisa melibatkan investor asing. Dia pun menyarankan ada pemilahan proyek mana yang boleh dan tidak boleh melibatkan investor asing.
Hingga kini pemerintah sudah meletakkan batu pertama tanda groundbreaking IKN tahap II dimulai. Nilai investasi groundbreaking tahap II ini mencapai Rp 12,5 triliun. Sementara nilai investasi pada groundbreaking tahap I sebesar Rp 23 triliun.
Agung menyampaikan, sektor investasi pada groundbreaking tahap II lebih beragam dan banyak, mulai dari pembangunan rumah sakit, sekolah, bank pemerintah hingga lembaga negara. “Jadi dengan total (dua groundbreaking) tadi investasi kita sekitar Rp 35 triliun. Kita sedang siapkan targetnya bulan Desember itu adalah ground breaking selanjutnya,” jelas Agung.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan perkembangan investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Jokowi menyebut sudah ada 300 investor asing yang menandatangani Letter of Intent (LOI). “Yadi semua negara kita menyampaikan progres IKN, investasi apa yang terbuka dan banyak yang berminat, tetapi kan sampai sekarang sudah lebih dari 300 Letter ofIntent (LOI) yang sudah ditandatangani,” kata Jokowi di Lanud HalimPerdana Kusuma, Jakarta Timur, Senin (20/11/2023).
Jokowi mengatakan jumlah investor akan terus bertambah. Dia yakin akan ada investor asing yang masuk meski sampai saat ini belum ada yang memulai pembangunan. “Saya kira itu sudah segera kan tambah terus tetapi memang sampai saat ini yang real untuk memulai memang belum. Tapi dengan tumpukan LOI sebesar itu bisa masih ada potensi, saya kira akan (pasti), hanya kita gabungkan dulu investor di dalam negeri terlebih dulu,” lanjutnya.
Sebelumnya, Jokowi pernah mengatakan investor dalam negeri harus menjadi yang pertama investasi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. Bahkan dia sudah meminta Kepala Otorita IKN Bambang Susantono memperhatikan permintaannya ini. Jokowi juga meminta agar investor dari luar negeri jika mau masuk berinvestasi agar bekerja sama dengan perusahaan lokal.
“Saya sampaikan ke Kepala Otorita dahulukan dulu investor dalam negeri, tapi kalau mentok dan sudah tidak ada kita akan keluarkan jurus dari luar,” kata Jokowi saat groundbreaking proyek Pakuwon Group di IKN, Rabu (1/11/2023) yang lalu. Pasalnya, menurut Jokowi, investor luar negeri pasti akan meminta jatah pengembangan lahan yang besar, bisa sampai satu blok. Investor Uni Emirat Arab misalnya, pernah meminta pengembangan satu blok sentra keuangan. Khawatirnya bila permintaan ini dituruti, perusahaan dan investor lokal justru tak mendapatkan kue pengembangan IKN.
“Biasanya kalau dari luar, misalnya dari Uni Emirat Arab mintanya itu langsung satu blok, satu blok misalnya untuk financial center kami yang garap. Total. Terus nanti yang dari dalam negeri mau dapat apa,” kata Jokowi. (gas/det)













