Jawa Timur Pacu Inovasi Pertanian Pertahankan Status Lumbung Pangan Nasional Terbesar

oleh

Bertahan di Masa Pandemi

Selanjutnya, dari subsektor tanaman pangan sebanyak 1,38 juta kilogram dengan nilai Rp 99,1 miliar, serta subsektor lain-lain sebanyak 34,4 ribu kilogram dengan nilai Rp111 miliar.

“Artinya, meski Pandemi Covid-19 sektor pertanian Jawa Timur tetap dapat bertahan. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Jatim,” ujarnya. 

Khofifah menyebut, pembangunan sektor pertanian di Jawa Timur diselenggarakan dengan upaya integrasi untuk membangun daya saing dan meningkatkan peran pertanian Jawa Timur dalam percaturan perekonomian. Pembangunan tersebut meliputi pembangunan produksi, rantai pasok dan kelembagaan tani sebagai kesatuan utuh dan terintergasi yang berkelanjutan. 

Tidak hanya surplus dan ekspor, tolok ukur keberhasilan pertanian Jawa Timur lainnya adalah Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur yang juga terus meningkat. Di bulan September 2021, NTP Jatim sebesar 100,58, atau mengalami kenaikan sebesar 0,52 persen dibandingkan bulan Agustus 2021 sebesar  100,06.   

Dua subsektor mengalami kenaikan NTP, yaitu subsektor Tanaman Pangan dengan kenaikan sebesar 1,78 persen, dan subsektor Perikanan mengalami kenaikan sebesar 1,26 persen. 

Pada bulan ini di Pulau Jawa, Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi dengan kenaikan NTP tertinggi ketiga yaitu 0,52 persen dari 100,06 menjadi 100,58. 

No More Posts Available.

No more pages to load.