MADIUN| DutaIndonesia.com – Untuk memastikan hewan sehat saat dijadikan kurban, saat ini Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun mengintensifkan pelayanan kelayakan dan pelayanan kesehatan hewan kurban menjelang hari raya Idul Adha tahun 2024. Baik hewan jenis sapi maupun kambing.
Kepala DKPP Kab. Madiun, Paryoto, mengatakan, dalam rangka persiapan hari besar keagamaan nasional (HBKN) yakni Hari Raya Idul Adha, dia telah membuat tim terdiri atas dokter hewan dan petugas peternakan lapangan di seluruh kecamatan di Kabupaten Madiun. Tim bertugas untuk melakukan pemantauan ternak kurban baik yang ada di pinggir jalanan maupun di kandang penampungan hewan ternak kurban.
“Tugas tim antara lain pelayanan kelayakan hewan kurban yang meliputi kesehatan hewan, konsultasi umur hewan kurban dan jasa-jasa lainnya,“ kata Paryoto.
Lebih lanjut dikatakan, tim tersebut juga melakukan pengecekan kondisi kesehatan hewan dan memastikan bahwa hewan tersebut baik dan sehat. Sehingga aman dikonsumsi masyarakat. Dia pun menginstruksikan kepada seluruh petugas kesehatan hewan untuk melakukan monitoring ke tempat-tempat penampungan hewan baik di rumah maupun pinggir jalanan.
” Tim kesehatan hewan harus proaktif mendatangi para penjual hewan kurban baik yang ada di penampungan pinggir jalanan maupun penampungan di rumah warga,” lanjutnya.
Kabid Peternakan DKPP Kab. Madiun, drh V. Bagus Sri Yulianta menambahkan pelayanan kesehatan hewan yang dilakukannya sudah menjadi rutinitas. Ada 9 tenaga medis hewan baik dokter maupun paramedis tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Madiun. Mereka bertugas keliling dari satu peternak ke peternak lain untuk memantau dan mengecek kondisi kesehatan hewan secara berkala. ” Selain tugas pengecekan secara berkala, juga memberikan bantuan obat-obatan,” tambah Bagus
Menurutnya, pengecekan kondisi kesehatan hewan lebih mudah yang ada di rumah dibandingkan dengan yang ada di pinggir jalanan. Selain itu, dari sisi kesehatan lebih terjamin di rumah. Karena kebutuhan akan makanan dan air sangat tercukupi.
“Kondisi kesehatan hewan yang dijual di pinggir jalanan sulit dideteksi. Selain kondisi alam (cuaca), ketersediaan makan minumnya tidak seperti di rumah,” ujarnya.
Dikatakan populasi hewan di Kabupaten Madiun untuk sapi ada sekitar 40.000 ekor. Sedangkan kambing sebanyak 75.000 ekor. ” Jumlah tersebut populasi ya, bukan khusus hewan untuk kurban,” katanya.
Terkait ciri-ciri hewan kurban, dia menegaskan, secara medis hewan harus sehat, bila perlu besar. Untuk usianya (syariat), biar pihak lain yang menentukan berapa ideal umur untuk hewan kurban. ” Kami fokus pada kesehatan hewannya. Untuk usia dan kelayakan, pembeli lebih tahu,” pungkasnya. (her)











