Kabupaten/Kota di Jatim 50% Level 1 dan 50% Level 2. Gubernur Khofifah: Percepat Vaksinasi!

oleh

Ihtiar Bersama

Atas capaian yang diperoleh tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali  menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras, sinergi, serta kolaborasi dari berbagai elemen strategis masyarakat. Tak hanya pemprov,  tetapi forkopimda, pemkab/pemko, tenaga kesehatan (nakes), tokoh agama, tokoh masyarakat, perguruan tinggi, media, seluruh relawan dan masyarakat  yang telah bersama- sama  ikut mencegah dan mengendalikan  penyebaran Covid-19 di Jatim.

“Alhamdulillah,  atas ihtiar, sinergi dan do’a kita semua, Provinsi Jatim setelah  menjadi satu-satunya provinsi yang pertama masuk pada level 1 di Pulau Jawa – Bali bahkan  di Indonesia,  sesuai assesment yang dilakukan Kemenkes RI. Sekarang kabupaten/kota di Jatim 50 % masuk level 1 dan 50 % level 2. Mohon tetap waspada dan diikuti dengan disiplin protkes serta percepatan vaksinasi  ,” ujar orang nomor satu di Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (21/9/2021). 

“Terimakasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah bekerja keras dan patuh terhadap protkes, bersinergi dan berkolaborasi  diikuti do’a bersama mencegah penyebaran Covid-19 di Jatim. Di dalamnya termasuk Forkopimda Jatim, TNI- POLRI,  Pemkab/Pemko, tenaga kesehatan (nakes), tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, media, sektor swasta dan seluruh elemen masyarakat di Jatim,” tambah Khofifah.

Mantan Mensos RI menjelaskan, assesment yang dilakukan Kemenkes RI tersebut berdasarkan atas hasil 6 parameter yaitu Kasus Konfirmasi, Rawat Inap RS, Kematian, Testing, Tracing dan Treatment yang dilakukan secara masif dan terukur sehingga menghasilkan predikat memadai.

Dari keenam parameter tersebut, Provinsi Jawa Timur semuanya memenuhi standar dari standart  WHO maupun Kemenkes RI. Misalnya, kasus konfirmasi Jatim berada pada level 1 dengan angka 6,38 per 100 ribu penduduk/minggu. Angka tersebut di bawah standar yang ditetapkan Kemenkes RI yaitu di bawah 20 per 100 ribu penduduk/minggu.

Rawat inap RS berada pada level 1 dengan angka 1,37 per 100 ribu penduduk/minggu di bawah standar Kemenkes RI yaitu <5 per 100 ribu penduduk/minggu.

Tingkat kematian berada pada level 1 mencapai 0,42/100 ribu penduduk/minggu di bawah ketentuan Kemenkes RI yaitu <1/100 ribu penduduk/minggu.

No More Posts Available.

No more pages to load.